Soal Colosseum, Ini Beda Tanda Tangan Basah dan Cetak Anies

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikerumiuni siswa Sekolah Dasar yang meminta tanda tangan. TEMPO/Larissa

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikerumiuni siswa Sekolah Dasar yang meminta tanda tangan. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menjelaskan perbedaan tandatangan basah dan cetak yang sempat menjadi polemik karena sempat ditemukannya piagam penghargaan Adikarya Wisata yang diberikan pada Diskotek Colosseum.

    Saefullah menjelaskan dua jenis tanda tangan yaitu basah dan cetak tersebut adalah yang diakui. "Nih, ini pulpen ya tanda tangan nih, ini basah," kata Saefullah di Balai Kota Jakarta sambil menuliskannya dalam secarik kertas, Kamis, 19 Desember 2019.

    Adapun dalam kasus penghargaan kepada Colosseum, tanda tangan yang dibubuhkan di sertifikat penghargaan adalah tanda tangan cetak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Kalau cetak itu bisa pakai stempel, bisa juga di komputer," lanjut dia.

    Saefullah kemudian menjelaskan kedua tanda tangan tersebut sama dalam penggunaannya dan perbedaannya terletak pada proses. Akan tetapi, saat ditanyakan mengenai keabsahan tanda tangan cetak Anies Baswedan dalam sertifikat tersebut, Saefullah belum menjelaskan secara detil. "Tergantung kontennya," ucap dia.

    Tanda tangan Anies di sertifikat penghargaan untuk Colosseum jadi sorotan publik. Sebab, penghargaan itu mendapat protes dari sejumlah ormas Islam.

    Tak lama berselang Pemprov DKI mencabut penghargaan tersebut, karena diketahui ada juga surat rekomendasi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta sejak bulan Oktober 2019 lalu. Anies bahkan mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI, Alberto Ali selaku pihak yang memberikan penghargaan Adikarya Wisata kepada Colosseum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.