Proyek Flyover, Perlintasan KA Tanjung Barat Ditutup Mulai Besok

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta rel listrik (KRL) Commuterline melintas di Stasiun Tanjung Barat yang berdampingan dengan lokasi pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau 'Transit Oriented Development' (TOD) di Jakarta Selatan, Kamis 13 Juni 2019. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Kereta rel listrik (KRL) Commuterline melintas di Stasiun Tanjung Barat yang berdampingan dengan lokasi pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau 'Transit Oriented Development' (TOD) di Jakarta Selatan, Kamis 13 Juni 2019. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sukudinas Perhubungan Jakarta Selatan akan mulai menutup perlintasan kereta sebidang di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan pada Sabtu, 21 Desember mendatang. Penutupan itu berkaitan dengan adanya pembangunan jalan layang atau flyover di kawasan tersebut.

    "Kami melakukan sosialisasi dan menyiapkan rekayasa lalu lintas bagi pengguna jalan," kata Kepala Sukudinas Perhubungan Jakarta Selatan Budi Setiawan di Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019.

    Bagi masyarakat yang ingin berputar dari arah selatan arah Depok dialihkan ke putaran (u-turn) Jalan Raya Pasar Minggu. Sebaliknya dari arah utara Pasar Minggu berputar di putaran arah di Jalan Raya Lenteng Agung di depan Universitas Pancasila.

    Menurut Budi, penutupan dua perlintasan sebidang kereta IISIP dan perlintasan sebidang Tanjung Barat itu terkait proyek dua pembangunan jalan layang IISIP dan pembangunan jalan layang Tanjung Barat yang pengerjaannya akan berlangsung sampai akhir tahun 2020. "Diharapkan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua dan empat dapat, menghindari Jalan Lenteng Agung Raya dan gunakan jalan alternatif lainnya," ujarnya.

    Dinas Perhubungan DKI, kata Budi, telah memasang sejumlah spanduk berisikan informasi adanya penutupan perlintasan Tanjung Barat tersebut serta menyebarluaskan pengumuman hingga ke media massa maupun media sosial.

    Berikut adalah pengalihan arus lalu lintas saat pembangunan Jalan Layang IISIP dan Jalan Layang Tanjung Barat:

    Dari arah Pancoran menuju Jalan Raya Rawa Bambu

    Via Jalan Raya Ragunan – Jalan Wr. Jati Barat – Jalan Tb. Simatupang – Jalan Raya Pasar Minggu – Jalan Raya Rawa Bambu

    Via Jalan Raya Ragunan – Jalan Holtikultura – Jalan AUP – Jalan Tawes - Jalan Gurame Raya – Jalan Tb. Simatupang – Jalan Raya Pasar Minggu – Jalan Raya Rawa Bambu

    Via Jalan Raya Ragunan – Jalan Holtikultura – Jalan AUP – Jalan Tawes – Komp. Batan – Jalan Raya Rawa Bambu

    Dari Lebak Bulus (Barat) menuju Lenteng Agung (Selatan)

    Via Jalan Wr. Jati Barat – Jalan Raya Ragunan – Underpass Ps. Minggu – Jalan Tanjung Barat Raya – Jalan Raya Lenteng Agung

    Jalan Tb. Simatupang – Berputar di u-turn Ranco – Jalan Tb Simatupang – Jalan Raya Lenteng Agung

    Dari Pasar Rebo (Timur) menuju Pancoran atau Jalan Raya Rawa Bambu (Utara)

    Jalan Tb. Simatupang - Jalan Wr. Jati Barat – Jalan Raya Ragunan – Jalan Raya Ps. Minggu

    Jalan Tb. Simatupang – u-turn Kementerian Pertanian – Jalan Raya Pasar Minggu

    Jalan Tb. Simatupang - Jalan Kebagusan I (samping PHE Tower) – Jalan Sepat – Jalan Baung – Jalan Raya Lenteng Agung

    Dari Pasar Rebo (Timur) menuju Jalan Tanjung Barat Lama

    Jalan Tb. Simatupang - berputar di u-turn kolong Fly Over Tb. Simatupang – Kampus Tama Jagakarsa – Jalan Tb. Simatupang – Jalan Nangka – Jalan Swadaya – Jalan Poltangan Raya – Jalan Tanjung Barat Raya – Jalan Tanjung Barat Lama

    Dari Lenteng Agung (Selatan) menuju Lenteng Agung atau Pasar Rebo

    Jalan Raya Rawa Bambu – u-turn Pasar Minggu – Jalan Tanjung Barat Raya – Jalan Raya Lenteng Agung

    Jalan Raya Rawa Bambu – u-turn Pasar Minggu – Jalan Tanjung Barat Raya – Jalan Tanjung Barat Lama – Jalan Tb.Simatupang

    Jalan Raya Rawa Bambu – Komp. Batan – Jalan Gurame Raya – Jalan Gabus Raya – Jalan Tb. Simatupang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.