Banjir Jakarta Masih Mengintai, Simak Tips PLN Jakarta Raya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Genangan banjir akibat hujan deras di Jalan Latumenten 1, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa sore, 17 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    Genangan banjir akibat hujan deras di Jalan Latumenten 1, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa sore, 17 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya menyampaikan tips kepada pelanggan apabila rumahnya terendam banjir Jakarta yang masih mengintai Ibu Kota.

    Perlu diketahui juga kebijakan PLN yang akan melakukan pemadaman kawasan.

    General Manager PLN Disjaya Ikhsan Asaad mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan masyarakat saat banjir untuk menghindari bahaya tersengat aliran listrik yaitu mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter.

    Selanjutnya cabut seluruh peralatan listrik yang masih menancap dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman.

    Apabila terjadi banjir dan listrik belum dipadamkan oleh PLN, laporkan segera melalui Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat. "Setelah banjir surut, pastikan semua alat elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan kering," kata Ikhsan Asaad, di Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019.

    Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik. Penyalaan akan dilakukan dengan didahului oleh penandatanganan berita acara disaksikan oleh Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat.

    "Kami juga mengimbau apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat instalasi kelistrikan seperti tiang listrik, gardu listrik, maupun tiang lampu penerangan jalan untuk menghindari bahaya tersengat arus listrik," ungkap Ikhsan.

    Masyarakat juga perlu menggunakan alat pengaman diri seperti sepatu boots yang kedap air apabila melewati genangan air untuk menghindari resiko terkena pecahan kaca, paku, bakteri, maupun arus listrik bocor.

    "Arus listrik bocor bisa saja terjadi disebabkan oleh gesekan kabel PLN dengan kabel lain yang dipasang tidak sesuai aturan atau bahkan tidak berijin. Selain itu masyarakat yang mengambil listrik langsung dari tiang juga sangat berbahaya karena kabelnya tidak standar dan sangat berpotensi menimbulkan arus bocor," kata Ikhsan.

    Secara rutin PLN telah melakukan inspeksi terhadap tiang-tiang dan kabel untuk memastikan penyaluran energi listrik ke masyarakat dalam kondisi normal dan aman.

    Masyarakat bisa melaporkan ke PLN apabila menjumpai tiang dan kabel listrik yang membahayakan.

    "Kenali dulu kabel dan tiang. Kalo kabel PLN itu terpilin dan biasanya terpasang paling atas. Jika yang dimaksud kabel melingkar-lingkar sudah dipastikan itu bukan kabel PLN karena secara teknis hal itu tidak diperkenankan untuk penyaluran listrik, itu kabel utilitas lain," ujar Ikhsan soal pesan PLN terkait ancaman banjir Jakarta yang mengintai.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.