Sebut Ada Temuan, Anies Bakal Panggil Penyelenggara DWP

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penonton menikmati alunan musik dari DJ yang tampil di panggung Elrow Triangulo de las Rowmudas di festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019 hari kedua, Sabtu, 14 Desember 2019. TEMPO/Bernadus Guntur

    Penonton menikmati alunan musik dari DJ yang tampil di panggung Elrow Triangulo de las Rowmudas di festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019 hari kedua, Sabtu, 14 Desember 2019. TEMPO/Bernadus Guntur

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan memanggil penyelenggara Djakarta Warehouse Project atau DWP usai pelaksanaan acara musik itu pada pekan lalu.

    "Mereka akan dilakukan pemanggilan untuk ditunjukkan ini komitmennya," kata Anies di Cipinang, Jakarta Timur, Jumat, 20 Desember 2019.

    Anies menyatakan pemanggilan tersebut dilakukan untuk melihat komitmen yang telah disepakati penyelenggara dengan pemerintah DKI sebelumnya. Komitmen tersebut antara lain soal tidak adanya peredaran narkoba hingga seks bebas di gelaran musik EDM itu.

    Menurut Anies, dalam pemanggilan itu, ia akan membandingkan temuan petugas DKI di lapangan dengan komitmen dan laporan oleh penyelenggara.

    "Tim kita berada di lapangan memantau dan terkumpul data. Data mereka akan ditunjukkan ini komitmennya dibandingkan dengan kenyataannya, nanti kita lakukan penilaian," kata Anies.

    Namun Anies enggan menjelaskan terkait temuan DKI dalam konser musik DWP tersebut. "Nanti kalau sudah selesai diumumkan," ujarnya.

    Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI memutuskan memberikan izin penyelengaraan DWP setelah penyelenggara menyatakan memenuhi persyaratan dan memberikan pernyataan secara tertulis. Hal tersebut lantaran adanya penolakan oleh sejumlah ormas terkait DWP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.