Akhir Tahun, Serapan Anggaran DKI 2019 Masih di Bawah 80 Persen

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aliansi Masyarakat untuk Transparansi memberikan piagam penghargaan dan sisir jumbo simbol perjuangan menyisir rencana anggaran DKI kepada anggota Fraksi PSI William Aditya Sarana, Rabu 4 Desember 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Aliansi Masyarakat untuk Transparansi memberikan piagam penghargaan dan sisir jumbo simbol perjuangan menyisir rencana anggaran DKI kepada anggota Fraksi PSI William Aditya Sarana, Rabu 4 Desember 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta -Menjelang pergantian tahun anggaran 2020, hingga pertengahan Desember 2019 serapan anggaran DKI 2019 masih di bawah 80 persen.

    Berdasarkan data dari laman http://publik.bapedadki.net yang diakses pada Jumat 20 Desember, dari total Rp 86 triliun APBD Perubahan 2019 dengan alokasi anggaran belanja langsung dan tidak langsung yaitu Rp 77,85 trilun baru terserap Rp 58,34 triliun artinya serapan anggaran DKI baru di angka 74,9 persen.

    Dengan rincian alokasi di belanja langsung yang eliputi belanja pegawai, barang jasa dan modal senilai Rp 44,56 triliun, dengan penyerapan baru Rp 29,85 triliun atau 66,95 persen.

    Dan alokasi belanja tidak langsung yang mencakup belanja pegawai, hibah, subsidi, bantuan sosial, dan lain-lain. senilai Rp 33,29 triliun, dengan serapan baru Rp 28,316 triliun atau 85,04 persen.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yakin bahwa serapan anggaran DKI masih sesuai target yaitu di angka 84 persen. "Target serapannya insya Allah akan tercapai. 84 persen di atas 82, yang penting. Mungkin 83, 84 persen," ujar Anies di Cipinang, Jakarta Timur, Jumat 20 Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.