Libur Natal, 50 Ribu Mobil Tinggalkan Jakarta Melalui Tol Japek

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Udara Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) II di Tambun, Kabupaten Bekasi, Ahad, 15 Desember 2019. Tol Layang Japek II mulai beroperasi untuk kendaraan golongan I tanpa tarif dengan minimum kecepatan 60 km dan maksimum 80 km per jam. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Foto Udara Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) II di Tambun, Kabupaten Bekasi, Ahad, 15 Desember 2019. Tol Layang Japek II mulai beroperasi untuk kendaraan golongan I tanpa tarif dengan minimum kecepatan 60 km dan maksimum 80 km per jam. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak lebih dari 50 ribu kendaraan melintasi Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama atau melewati Tol Japek pada H-5 (20 Desember 2019) dalam libur Natal 2019.

    Menurut Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Faiza Riani jumlah itu meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan lalu lintas harian normal sebanyak 33 ribu kendaraan dan meningkat sebesar 63 persen dibandingkan periode yang sama menjelang libur Natal 2018.

    Sampai Jumat 20 Desember 2019, jumlah kendaraan yang telah melintasi GT Cikampek Utama masih sebesar 22 persen dari total volume lalu lintas yang diprediksi. "Sudah 50 ribu lebih kendaraan melintasi meninggalkan Jakarta,"kata Faiza hari ini Sabtu 21 Desember 2019.

    Masih terdapat sebesar 78 persen atau sebanyak 182 ribu kendaraan yang diprediksi akan melintasi GT Cikampek Utama hingga 24 Desember 2019.

    Jumlah ini akan terus diantisipasi dengan melakukan rekayasa lalu lintas bersama dengan pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan Darat demi kenyamanan perjalanan pengguna jalan selama melintasi jalan tol Trans Jawa.

    Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik libur Natal tahun 2019 jatuh pada hari ini, Sabtu, 21 Desember 2019. Sebanyak 61 ribu kendaraan diprediksi akan melintasi GT Cikampek Utama menuju Jalan Tol Trans Jawa, Jumlah ini meningkat 83 persen dari lalu lintas harian normal serta meningkat 28 persen dari tahun 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.