DKI: Kondom dan Miras Tidak Boleh Dijual di Lokasi DWP

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana dari festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu, 15 Desember 2019. DWP 2019 menampilkan 69 musisi dari berbagai sub-genre musik elektronik antara lain, Martin Garrix, Blasterjaxx, Bassjackers, Markus Schulz dan Yellow Claw. ANTARA

    Suasana dari festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu, 15 Desember 2019. DWP 2019 menampilkan 69 musisi dari berbagai sub-genre musik elektronik antara lain, Martin Garrix, Blasterjaxx, Bassjackers, Markus Schulz dan Yellow Claw. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Sri Haryati, menyatakan kondom dan minuman keras dilarang dijual di lokasi penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project atau DWP. Acara tersebut diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada 13-15 Desember lalu.

    "Tidak boleh lah (menjual kondom dan miras). Itu kan bukan tempatnya," kata Haryati di kawasan kuliner Thamrin 10, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Desember 2019.

    Front Pembela Islam menemukan penjualan kondom dan miras di lokasi penyelenggaraan DWP. FPI melaporkan temuan tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa kemarin. Atas temuan itu FPI mendesak Anies tidak lagi mengizinkan penyelenggaraan DWP di ibu kota.

    Juru bicara FPI Munarman mengatakan telah menemukan sejumlah barang yang tidak layak dijual di lokasi itu. "Ada banyak temuan kami lebih kurang 30an," kata Munarman melalui pesan singkat, Sabtu, 21 Desember 2019. "Kondom dan miras itu di antaranya."

    Haryati mengatakan sedang mendalami temuan FPI. Pemerintah saat ini sedang menyelidiki dengan mengkonfirmasi temuan tersebut dengan pengawasan yang dilakukan Pemprov DKI di lokasi itu. "Kami juga punya petugas yang mengawasi saat acara berlangsung."

    Haryati mengatakan sebelum acara penyelenggara DWP, Ismaya Live, telah meneken surat perjanjian. Jika mereka melanggar perjanjian tersebut maka bakal diberi sanksi. "Kami akan lihat kembali surat perjanjian dan pernyataan mereka," ujarnya.

    Dalam menginvestigasi temuan tersebut, Dinas Pariwisata tidak berjalan sendiri. Dinas Pariwisata melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Inspeksi Daerah. "Sebab, saat itu juga dari Pemprov ada yang melakukan pengawasan," ujarnya.

    Munarman mengatakan FPI menemukan bukti penjualan kondom dan miras dengan banyak cara. Munarman enggan memberi tahu cara FPI mendapatkan bukti penjualan kondom dan miras di acara DWP.

    Munarman hanya mengirim foto struk pembelian Chivas Regal seharga Rp 2.465.000. Munarman juga menunjukan foto kondom yang dijual di lokasi DWP. "Ada banyak cara kami mendapatkan bukti bukti. Pertanyaannya untuk apa kondom dijual di arena yang katanya hiburan musik?"


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.