7 Korban Mobil Tertabrak KA Argo Parahyangan di Bekasi Dimakamkan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangkaian baru kereta api Argo Parahyangan memasuki stasiun Bandung, Jawa Barat, 1 Maret 2018. PT KAI menambah perjalanan KA Argo Parahyangan dengan rangkaian baru tujuan Jakarta-Bandung (PP) sebanyak 22 perjalanan dengan kapasitas penumpang 400 tempat duduk per rangkaian. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Rangkaian baru kereta api Argo Parahyangan memasuki stasiun Bandung, Jawa Barat, 1 Maret 2018. PT KAI menambah perjalanan KA Argo Parahyangan dengan rangkaian baru tujuan Jakarta-Bandung (PP) sebanyak 22 perjalanan dengan kapasitas penumpang 400 tempat duduk per rangkaian. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Tujuh korban tewas dalam kecelakaan minibus tertabrak kereta Argo Parahyangan di Cibitung, Kabupaten Bekasi, dimakamkan di dua tempat pemakaman umum terpisah, Minggu 22 Desember 2019.

    "Lima jasad dimakamkan di TPU Kemiri Pulogadung dan dua jasad lainnya dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung," kata keluarga korban, Firmansyah (46), di rumah duka.
     
    Korban tewas yang dimakamkan di TPU Kemiri di antaranya Martinah (57), Sugianto (61), Syarifudin (54), Akemidita (11), Bahrudin (51).
     
    "Jenazah Syarifudin dan Martinah ditumpuk dengan jenazah keluarga masing-masing di dua kuburan berbeda di blok A2," katanya.
     
    Sedangkan sisanya, dimakamkan dalam liang lahat baru di kapling Muslim, yakni Sugianto, Akemidita dan Bahrudin.
     
    Dua korban lain, yaitu Santi (30) dan Yanda (32) dimakamkan di kapling muslim TPU Pondok Ranggon.
     
    Sebelumnya, jenazah korban tabrakan antara mobil minibus dengan Kereta Api jarak jauh Argo Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta tiba di rumah duka Jalan Arjuna III nomor 34, RT 07, RW 07 Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur sekitar pukul 10.00 WIB.
     
    Firman yang merupakan adik terkecil korban, mengatakan kejadian kecelakaan mobil tertabrak kereta Argo Parahyangan itu bermula saat satu keluarga menjenguk dirinya yang sedang sakit di Cibitung, Kabupaten Bekasi. "Abis dari rumah saya, nengok saya, saya kan sakit. Korban itu Martinah, Syarifudin dan Bahrudin itu kakak saya," ujar Firman.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.