PSI Kembalikan Dana Reses, Sekretaris DPRD Sebut Alasannya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah masyarakat mendatangi pos pengaduan PSI di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 27Agustus 2019. TEMPO /TAUFIQ SIDDIQ

    Sejumlah masyarakat mendatangi pos pengaduan PSI di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 27Agustus 2019. TEMPO /TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris DPRD DKI Jakarta Muhammad Yuliadi membenarkan telah menerima pengembalian sisa dana reses dari Fraksi PSI sebesar Rp 752 juta. Setiap legislator, kata dia, memang mesti mengembalikan sisa anggaran reses yang tidak terserap maksimal dalam kunjungan mereka ke konstituennya.

    "Kalau ada beberapa besaran anggaran dari komponen itu tidak terpakai secara riil, ya bagusnya dikembalikan sesuai prosedural," kata Yuliadi melalui pesan singkatnya, Ahad, 22 Desember 2019.

    Delapan anggota Fraksi PSI DPRD DKI menerima total dana reses Rp 2,44 miliar. Namun hanya digunakan Rp1,68 miliar. Kelebihan dana reses sebesar Rp 752 juta telah dikembalikan ke kas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Dalam laporan Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta kepada Sekretariat DPRD, partai besutan Grace Natalie itu telah mengunjungi 102 titik lokasi dan menemui 11.600 warga untuk mencatat aspirasi, serta pengaduan mereka selama masa reses pada 4-19 Desember 2019.

    Yuliadi menuturkan ada beberapa komponen dalam kegiatan reses yang masing-masing telah ditentukan besaran anggarannya. Namun, Yuliadi belum bisa merinci komponen anggaran yang telah ditentukan untuk kegiatan reses dewan. "Untuk besaran angka dari masing komponen hari Senin saya jelaskan."

    Sekretariat, kata dia, juga bakal mengumumkan rincian anggaran yang telah digunakan dan tidak terpakai anggota Fraksi pada Senin, 23 Desember 2019. "Kami sedang mengecek secara detail komponen kegiatan yang tidak terserap saat reses dari beberapa anggota PSI," ujarnya.

    Berdasarkan regulasi di Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2018 tentang pedoman tata tertib anggota dewan diatur bahwa legislator mempunyai kesempatan delapan hari untuk reses. Untuk dewan DKI, kata dia, telah ditetapkan di tata tertib dan rencana kerja tahunan per hari ada dua titik agenda pertemuan dengan warga. "Sehingga jumlahnya ada 16 pertemuan," ujarnya.

    Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menilai wajar anggota Fraksi PSI DKI mengembalikan sisa uang reses yang dialokasikan untuk mereka. Sebabnya, kata Ima, fraksi PSI tidak menyelesaikan jatah 16 titik agenda pertemuan dengan warga untuk setiap legislatornya.

    "PSI kan tidak menyelesaikan titik resesnya. Ya saya kalau tidak menyelesaikan titik reses, ya saya kembalikan," kata Ima saat dihubungi.

    Mantan staf Basuki Tjahaja Purnama saat menjabat gubernur itu menuturkan pemerintah mengalokasikan anggaran reses untuk setiap legislator Kebon Sirih Rp 297 juta untuk 16 titik agenda pertemuan dengan masyarakat. Ima mengaku menyerap seluruh dana untuk reses tersebut karena memenuhi 16 titik agenda pertemuan dengan warga.

    "Bahkan saya lebih dari 16 titik. Saya nambah satu titik jadi 17 dan mengeluarkan uang tambahan pribadi," ujarnya.

    Ima mendengar Fraksi PSI mengembalikan sisa dana reses beberapa hari lalu. Ima pun penasaran dan bertanya dengan Sekretariat DPRD DKI untuk meminta penjelasan terkait anggaran yang dikembalikan PSI.

    Sekretariat DPRD DKI pun menjelaskan bahwa PSI tidak menunaikan seluruh jatahnya bertemu dengan warga sehingga dana reses masih tersisa. Fraksi PSI DKI mendapatkan alokasi 128 titik pertemuan dengan warga. Namun, mereka hanya bisa menunaikan pertemuan sebanyak 102 titik. "Bahkan saya diberi tahu Setwan ada anggota Fraksi PSI yang hanya mendatangi enam titik saja," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.