Longsor, PT KAI Upayakan Jalur Kereta Bogor - Sukabumi Normal

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat sedang menguruk daerah terjadinya tanah longsor, sehingga rel menggantung dan tidak dapat dilewati kereta api Bogor Jakarta, antara Cilebut dan Bojong Gede, Jawa Barat, (22/11). TEMPO/L.R. Baskoro

    Alat berat sedang menguruk daerah terjadinya tanah longsor, sehingga rel menggantung dan tidak dapat dilewati kereta api Bogor Jakarta, antara Cilebut dan Bojong Gede, Jawa Barat, (22/11). TEMPO/L.R. Baskoro

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau KAI  berupaya agar perjalanan kereta api lintas Bogor-Sukabumi kembali normal hari ini. Adapun pada Minggu malam jalurnya tertimbun tanah longsor, tepatnya di perlintasan Stasiun Maseng-Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    "Berdasarkan estimasi, untuk perjalanan Kereta Api (KA) relasi Sukabumi - Bogor selanjutnya KA 225 dengan jadwal keberangkatan pukul 10.25 WIB diupayakan dapat beroperasi normal," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa melalui keterangan tertulisnya, Senin, 23 Desember 2019.

    Menurutnya, kejadian longsor membuat PT KAI Daop 1 Jakarta menetapkan perjalanan KA Pangrango pertama yakni KA 221 keberangkatan dari Stasiun Sukabumi pukul 05.15 WIB menuju Stasiun Bogor, hanya dilakukan sampai Stasiun Cigombong.

    Eva mengatakan petugas prasarana PT KAI Daop 1 bekerja sama dengan Satker Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mengupayakan percepatan perbaikan jalur rel yang terdampak longsor menggunakan alat berat. "PT KAI Daop 1 Jakarta mengimbau untuk sementara waktu pengguna jasa kereta dapat menggunakan moda transportasi lain," kata Eva.

    Diberitakan sebelumnya, perjalanan KA jurusan Bogor-Sukabumi maupun sebaliknya terganggu akibat terjadinya longsoran di sekitar Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu petang.

    "PT KAI Daop 1 Jakarta mengucapkan permohonan maaf atas gangguan perjalanan KA Pangrango lintas Bogor - Sukabumi dampak cuaca buruk yang mengakibatkan bencana longsor di KM 17+400 jalur KA antara Stasiun Maseng - Cigombong," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.