Temuan di Bintaro, Begini Ketua Reptile Rescue Digigit Ular Kobra

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ular kobra yang ditangkap di Kampung Baru I, pinggiran landasan bandar udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Ahad, 24 November 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Ular kobra yang ditangkap di Kampung Baru I, pinggiran landasan bandar udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Ahad, 24 November 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Ketua Reptile Rescue Indonesia (RRI) Banten, Turandi, 30 tahun, digigit ular kobra saat sedang menyisir halaman kosong di wilayah perumahan Bintaro Permata 2.

    "Awalnya ada laporan dari warga kalau melihat ular kobra, kemudian saya menyisir lahan kosong yang ada di wilayah perumahan itu," katanya saat ditemui di Rumah Sakit Umum (RSU) kota Tangerang Selatan, Senin 23 Desember 2019.

    Menurut Turandi, saat sedang menyisir halaman kosong, ia membawa tongkat penangkap ular (grab stick), kemudian saat menyisir, ia mendengar desisan ular yang ada di suatu tempat.

    "Saya dengar ada desisan ular di dalam tumpukan barang-barang rongsokan, kemudian tongkat saya taruh dulu untuk memastikan, saat tumpukan itu saya buka, tiba- tiba ular menyerang dan menggigit tangan sebelah kiri," ujarnya.

    Setelah menggigit tangan sebelah kiri, lanjut Turandi, kemudian ia menginjak ular kobra tersebut lalu diamankan oleh rekannya, setelah itu Turandi melakukan mobilisasi terhadap gigitan ular yang ia terima.

    "Ular kobra yang gigit saya panjang sekitar satu meter warna hitam, jenis kobra Jawa. Pas keluar tumpukan dan gigit saya kemudian ular saya injak dan diamankan teman saya,"ungkapnya.

    Setelah ular diamankan temannya, tambah Turandi, bekas gigitan ular kobra di tangannya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Sehingga ia melakukan mobilisasi dengan tidak banyak bergerak dan memasang bidai kayu dari ujung jari hingga pundak dan segera ke rumah sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.