Ribuan Barang Tertinggal di Bandara Soekarno-Hatta Dimusnahkan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa barang bawaan calon penumpang pesawat yang telah dipindai menggunakan perangkat `X-ray Automated Tray Return System` di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa 3 September 2019. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Petugas memeriksa barang bawaan calon penumpang pesawat yang telah dipindai menggunakan perangkat `X-ray Automated Tray Return System` di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa 3 September 2019. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Tangerang - Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta memusnahkan ribuan jenis barang tercecer alias barcer yang tidak diambil kembali oleh pemiliknya hingga Agustus 2019.

    Barcer yang dihancurkan atau dimusnahkan dalam kategori tidak layak sebanyak 68 koli atau 5.227 item. Sedangkan barcer dalam kategori layak sebanyak 171 koli atau 14.558 item telah disumbangkan.

    Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin incenerator di Garbage Plan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin, 23 Desember 2019.

    "Barang yang dimusnahkan merupakan barcer yang sebelumnya telah disimpan sampai dengan Agustus 2019," ujar Senior Manager of Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura II KCU Bandara Internasional Soekarno-Hata, Febri Toga Simatupang.

    Menurut Febri, barang tercecer yang dimusnahkan adalah barang yang sudah tidak layak dan tidak diambil oleh pemiliknya, diantaranya pakaian, jam tangan, handphone, ikat pinggang, sepatu, powerbank, topi dan lain sebagainya.

    Sementara barang yang kondisinya masih bagus disumbangkan kepada yayasan yang membutuhkan.

    Pemusnahan barcer ini dilakukan sebagai tindak lanjut Peraturan Direksi PT Angkasa Pura II (Persero) Nomor PD. 12.00/08/2019 tentang Sistem Manajemen Penanganan Barang Hilang atau Tertinggal (Lost Item) di Bandar Udara PT Angkasa Pura II (Persero).

    Febri menjelaskan barang milik penumpang yang tertinggal atau dilaporkan hilang akan disimpan maksimal 30 hari tergantung jenisnya. Jika tidak diambil dalam masa penyimpanan tersebut, maka barang tersebut akan disumbangkan atau dimusnahkan.

    "Masa penyimpanan barang hilang atau tertinggal kategori barang dilarang (prohibited items) adalah 30 hari kalender. Sedangkan masa penyimpanan barang hilang kategori makanan dan barang berbahaya (Dangerous Goods) adalah maksimal 24 jam," kata Febri.

    Menurut Febri, apabila hingga batas waktu penyimpanan berakhir belum juga ada yang melakukan proses klaim/mengambil/mengakui, maka barang tersebut akan disumbangkan kepada yayasan sosial. "Sementara barang-barang hilang atau tertinggal kategori makanan, dangerous goods dan prohihited items akan dimusnahkan atau dihancurkan," ujarnya.

    Bagi pengguna jasa Bandara Soekarno-Hatta yang kehilangan barang di area Terminal maupun publik, kata Febri, dapat mengisikan formulir kehilangan pada aplikasi Indonesia Airports yang dapat diunduh di Playstore dan iOS, juga pada laman website https://soekarnohatta-airport.co.id, form ini berfungsi sebagai sistem pencatatan, pemantauan dan pencarian barang barang hilang atau Tertinggal (Lost Item).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.