Tas Mencurigakan Ditemukan di Depan Gereja Depok, Ini Isinya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses evakuasi tas mencurigakan yang ditemukan di dekat Gereja Bhetel Indonesia, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa 24 Desember 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    Proses evakuasi tas mencurigakan yang ditemukan di dekat Gereja Bhetel Indonesia, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa 24 Desember 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Depok – Menjelang perayaan Natal 2019, sebuah tas mencurigakan tergeletak di depan Gereja Bethel Indonesia, Jalan Raya Kartini, Pancoran Mas, Depok.

    Tas mencurigakan berwarna abu-abu tersebut ditemukan warga berada di depan pagar Yayasan Pendidikan Kristen Siloam yang ada persis di samping gereja.

    “Tas ditemukan sekitar pukul 09.00,” kata warga sekitar, Dayat, 32 tahun di lokasi, Selasa, 24 Desember 2019.

    Selang beberapa jam, Tim Gegana Brimob Mabes Polri diterjunkan guna mengidentifikasi isi tas tersebut.

    Kepala Kepolisian Resor Metro Depok Ajun Komisaris Besar Azis Andriansyah mengatakan dari hasil pemeriksaan, tas mencurigakan tersebut hanya berisi beberapa buku dan kertas-kertas dokumen. "Setelah dilakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur, berisi buku-buku saja ya," kata dia.

    Azis mengatakan pihaknya akan menelusuri siapa pemilik tas mencurigakan tas tersebut lantaran meresahkan masyarakat. "Akan kami telusuri siapa yang meletakkan tas tersebut," ujarnya.

    Meski diketahui isi tas tersebut bukan bom atau bahan berbahaya, kata Azis, namun penemuan benda mencurigakan tersebut telah meresahkan masyarakat. Terlebih dalam waktu dekat bakal dilaksanakan perayaan Natal 2019. “Kami akan tetap telusuri pemiliknya karena telah membuat keresahan di wilayah Kota Depok,” kata dia.

    Dari pantauan Tempo, penemuan tas mencurigakan tersebut sempat membuat lokasi di sekitar gereja dipenuhi warga. Dampaknya, Jalan Kartini di kedua arus pun sempat ditutup guna evakuasi benda tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.