Todongkan Pistol ke Pelajar, Pengendara Lamborghini Ditangkap

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi senjata api. ANTARA FOTO

    Ilustrasi senjata api. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menangkap seorang pengendara mobil Lamborghini karena menodongkan senjata api kepada dua orang pelajar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu sore, 21 Desember lalu. Tak hanya menodong, terduga pelaku juga sempat melepaskan tembakan untuk mengancam dua pelajar itu.

    "Pelaku sudah kami tangkap semalam," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Andi Sinjaya Ghalib saat dihubungi, Selasa, 24 Desember 2019.

    Saat ditanya soal detail penangkapan tersangka, Andi enggan menjawabnya. Ia mengatakan Polres Jakarta Selatan akan segera merilis kasus itu.

    Penodongan senjata itu dialami oleh dua orang pelajar, yakni berinisial A dan I di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB. Penodongan berawal saat kedua pelajar itu tengah melihat dan memuji mobil mewah tersebut.

    Namun, pujian dari para pelajar itu justru disambut kata-kata kasar dan amarah dari pengemudi. Dari jendela mobil yang dibuka, terduga pelaku mengacungkan senjata api.

    Orangtua salah satu korban sempat membagikan kisah penodongan anaknya itu di Facebook. Ia mengatakan anaknya dan temannya hanya terdiam saat pengemudi menodongkan senjata api tersebut.

    "Namun sopir tetap mengendarai mobil tersebut sambil mengacung pistol dan memaki-maki anak dengan kata-kata kebun binatang," kata orang tua A, Ade Nurma.

    Salah satu korban, I, langsung kabur ke supermaket di sekitar lokasi. Sedangkan A tetap berada di lokasi. Pengemudi yang melihat A tak melarikan diri, keluar dari mobil dan menyuruh A tiarap sambil menodongkan senjata. Namun, permintaan itu ditolak sehingga membuat pengemudi menembakan senjatanya ke langit beberapa kali. "Alhamdulillah kendaraan lain di belakang mobil itu berkali-kali menyalakan klakson. Membuat bapak itu marah dan kesempatan itu dipakai A untuk berlari ke supermarket terdekat," ujar Ade.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.