Misa Natal di Gereja Katedral, 13 Ribu Orang Diprediksi Hadir

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pria mendekorasi pohon natal untuk perayaan Natal di Gereja Katedral St. John di Peshawar, Pakistan, 11 Desember 2019.  REUTERS/Fayaz Aziz

    Para pria mendekorasi pohon natal untuk perayaan Natal di Gereja Katedral St. John di Peshawar, Pakistan, 11 Desember 2019. REUTERS/Fayaz Aziz

    TEMPO.CO, Jakarta - Humas Keuskupan Agung Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie memprediksi sekitar 13 ribu orang akan mengikuti kegiatan misa malam Natal hari ini, Selasa, 24 Desember 2019. Jumlah tersebut, kata Susyana, terbagi dalam tiga kali misa yang akan digelar hari ini, yaitu pukul 16.30, 19.30, serta 22.00 WIB.

    "Masing-masing sesi kami perkirakan sebanyak 5.000 umat. Kalau yang pukul 22.00 WIB kemungkinan lebih sedikit,” tutur Susyana.

    Ia menjelaskan, Gereja Katedral, pada bagian aula dan halamannya, mampu menampung sekitar 9 ribu orang. Susyana mengatakan kalau pengurus menyediakan kursi tambahan sebanyak 4 ribu buah untuk mengantisipasi jumlah umat yang hadir. Kursi-kursi tersebut dipasang di halaman depan serta samping Gereja Katedral.

    Menurut pantauan Tempo, sejak pukul 14.00 ratusan orang yang ingin mengikuti misa Natal mulai memadati Gereja Katedral. Mereka masuk ke area gereja melalui gerbang 1 yang menghadap ke Masjid Istiqlal. Jemaat harus melewati rangkaian pengecekan barang bawaan serta metal detector.

    Sekitar 300 personel gabungan TNI dan Polri berjaga. Setidaknya ada dua orang personel polisi yang siaga di setiap pintu gerbang Gereja Katedral. Pos pengamanan natal pun terlihat berdiri di seberang Gereja Katedral. Tempo juga melihat mobil barakuda dan tim gegana terparkir di lokasi.

    Pada hari Natal besok, Rabu, 25 Desember 2019, Gereja Katedral menggelar empat kali misa, yaitu pukul 07.00 WIB, 09.00 WIB, 11.00 WIB, serta pukul 17.00 WIB. Jemaat yang hadir dapat memarkirkan kendaraannya di sekitar Gereja Katedral, seperti Masjid Istiqlal, sekolah Santa Ursula, serta Kantor Pos.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.