Polres Jaksel Masih Kembangkan Temuan 7 Karung Diduga Narkoba

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti kasus 10 kilogram narkoba jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, pada Jumat, 1 Maret 2019.  Tempo/Adam Prireza

    Barang bukti kasus 10 kilogram narkoba jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, pada Jumat, 1 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta -Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan masih mengembangkan temuan tujuh karung yang diduga berisi paketan narkoba di wilayah hukum setempat, Selasa, 24 Desember 2019.

    "Masih pengembangan," ujar Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung saat dimintai keterangan oleh wartawan di Jakarta.

    Puluhan paket yang diduga berisi narkoba itu tersimpan di dalam tujuh karung yang diangkut menggunakan satu unit truk kargo dari hasil pengungkapan di wilayah Manggarai dan Tanah Kusir.

    Kepala Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Vivick Tjangkung berbicara kepada pers tentang penangkapan pengedar sabu berinisial RFF alias B, sekaligus sejumlah barang bukti di Lantai 4 Kantor Polres Jaksel, Senin 22 April 2019. TEMPO/Wira Utama

    Sopir truk kargo yang terlibat dalam proses pengangkutan barang bukti itu mengatakan karung tersebut rencananya akan diedarkan di Jakarta dalam waktu dekat.

    "Barang datang malam tadi dari Aceh. Mau diedarkan di Jakarta. Ini sekitar 200 Kg," ujar supir kargo kepada wartawan.

    Tujuh karung itu kemudian dikirim menuju Kantor Polrestro Jakarta Selatan menuju ruangan Satuan Resnarkoba di lantai empat.

    Saat dilakukan pemeriksaan terhadap isi dari karung tersebut, di dalamnya terdapat paket yang dibungkus menggunakan lakban yang ditutup potongan kain dan pakaian.

    Salah satu petugas kepolisian juga terlihat membawa seorang pria yang diduga tersangka terkait temuan 7 karung diduga narkoba tetsebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.