Bebas Bersyarat, Ratna Sarumpaet Wajib Lapor Sepekan Sekali

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atiqah Hasiholan mendampingi ibunya Ratna Sarumpaet saat menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019. Hakim meyakini Ratna Sarumpaet telah melanggar pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang mengedarkan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Atiqah Hasiholan mendampingi ibunya Ratna Sarumpaet saat menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019. Hakim meyakini Ratna Sarumpaet telah melanggar pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang mengedarkan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratna Sarumpaet wajib lapor sepekan sekali pasca bebas bersyarat per hari ini, Kamis 26 Desember 2019. Tokoh seni yang terjerat perkara menyebarkan berita bohong atau hoax saat terjun ke politik itu menerima haknya bebas bersyarat usai menjalani masa hukuman selama 15 bulan sejak Oktober lalu.

    Ratna Sarumpaet mendapat pembebasan bersyarat dari Penjara Perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dia seharusnya menjalani masa hukuman dua tahun penjara potong remisi. Adapun bebas bersyarat bisa diterima di antaranya setelah seorang narapidana menjalani 2/3 masa hukumannya.

    "Ratna dikenakan wajib lapor seminggu sekali dan harus ada penjamin. Tentunya yang jamin anak-anaknya," ujar kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, di Polda Metro Jaya, Kamis 26 Desember 2019. 

    Meskipun Ratna berstatus bebas bersyarat, Insank mengatakan kliennya mendapat hak yang sama seperti warga biasa. Ratna bahkan boleh pergi ke luar kota dan ke luar negeri selama menepati wajib lapornya tersebut. "Ya boleh lah (ke luar negeri). Ini sudah bukan masa penahanan, kan sudah dibebaskan," ujar Insank. 

    Insank juga mengungkap berbagai potongan masa tahanan atau remisi yang diterima kliennya itu. Antara lain remisi Idul Fitri dan remisi Hari Kemerdekaan RI.  

    Ratna Sarumpaet dikenal dengan cerita karangannya menerima penganiayaan dari orang tak dikenal. Ratna saat itu menjadi pendukung capres Prabowo dan cerita penganiayaan itu sempat menjadi viral serta menyudutkan kubu capres Jokowi. 

    Belakangan Ratna Sarumpaet mengaku lebam di wajah akibat operasi plastik yang dijalaninya setelah polisi menemukan berbagai kejanggalan dari cerita karangannya tersebut. Dia ditangkap saat hendak terbang ke luar negeri untuk sebuah undangan yagn disponsori Pemerintah DKI Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.