2019: Polisi Depok Tembak 8 Tersangka Begal, Tewaskan 1

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi melihat dari jauh tas yang mencurigakan sebelum diamankan, di Jalan Kartini, Depok, Kamis, 14 November 2019. Tas ini dibuang sekitar Kamis siang. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

    Polisi melihat dari jauh tas yang mencurigakan sebelum diamankan, di Jalan Kartini, Depok, Kamis, 14 November 2019. Tas ini dibuang sekitar Kamis siang. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

    TEMPO.CO, Depok – Kapolres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Azis Andriansyah, mengungkap penembakan terhadap delapan tersangka pelaku kriminalitas sepanjang tahun ini. Satu di antaranya menyebabkan korbannya tewas. 

    “Ada beberapa hal yang menjadi cara bertindak atau metode yang dilakukan Polres Metro Depok, yaitu peningkatan patroli kemudian tindakan tegas terukur yang dilakukan personel kami,” kata Azis saat rilis akhir tahun di Markas Polres Depok, Kamis 26 Desember 2019.

    Azis menyebut penembakan itu sebagai tindakan tegas terukur. Dia mengklaim, penembakan telah melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) dan aturan yang berlaku di kepolisian."Satu terpaksa kami tembak mati karena melawan petugas,” katanya menambahkan.

    Azis mengatakan, hampir sebagian besar tersangka yang dilumpuhkan petugas merupakan pelaku begal. Mereka disangka melakukan pencurian disertai kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor.

    “Jadi hampir sebagian besar memang begal dan mencuri kendaraan bermotor, tak sedikit juga mereka membawa senjata api yang membahayakan petugas,” kata Azis.

    Dalam keterangannya, Polres Metro Depok menyatakan telah menyelesaikan 3.071 kasus dari total 3.428 kasus sepanjang tahun 2019. Azis membandingkan dengan tindak pidana yang terjadi sepanjang 2018 sebanyak 4.152 kasus dengan jumlah pengungkapan sebanyak 3.630 kasus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.