Lapas di DKI Kelebihan Kapasitas Tahanan, Apa Kasus Terbanyak?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga binaan narapidana narkoba yang sudah dibekali keahlian, membuat sebuah kerajinan tangan dalam Peringatan Hari Aids se-Dunia di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta, Senin 17 Desember 2018. TEMPO/Subekti.

    Warga binaan narapidana narkoba yang sudah dibekali keahlian, membuat sebuah kerajinan tangan dalam Peringatan Hari Aids se-Dunia di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta, Senin 17 Desember 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) DKI Jakarta mencatat jumlah tahanan dan narapidana di lembaga pemasyarakatan setempat pada 2019 melebihi kapasitas daya tampung rutan dan ,.

    "Jumlah tahanan dan narapaidana hingga Kamis (26 Desember 2019) tercatat 18.160 orang sedangkan kapasitas rutan dan lapas Jakarta 5.719 orang," kata Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jakarta, Bambang di Jakarta, Senin siang, 30 Desember 2019.

    Dari data jumlah warga binaan tersebut tercatat pengguna narkoba 4.327 orang, pengedar narkoba dan bandar 9.169 orang.

    "Isi lapas dan rutan di wilayah DKI Jakarta didominasi lebih dari 70 persen kasus narkoba," katanya.

    Bambang mengatakan permasalahan kapasitas tampung warga binaan di Jakarta saat ini sudah melebihi kapasitas lebih dari 214 persen.

    Berkaitan dengan kondisi yang demikian, berbagai upaya persuasif terus dilakukan melalui pendekatan pembinaan kepribadian maupun kemandirian guna menciptakan suasana yang aman dan tidak anarkis.

    Pembinaan kepribadian dilakukan dengan membangun sikap, mental dan kepribadian, sedangkan pembinaan kemandirian dilakukan dengan pemberian keahlian atau keterampilan sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.

    "Ujung dari kedua pendekatan dimaksud narapidana diharapkan dapat dikembalikan ke masyarakat dan tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum lagi," kata Bambang terkait kapasitas lapas dan rutan di DKI yang dijubeli kasus narkoba.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.