Tas Mencurigakan di Masjid Sunda Kelapa, Polisi: Isinya Dokumen

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menutup perempatan Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Gelora, Jakarta Selatan, lokasi benda mencurigakan diduga bom. Polisi langsung mengerahkan Tim Gegana ke lokasi penemuan kardus tersebut. ISTIMEWA

    Polisi menutup perempatan Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Gelora, Jakarta Selatan, lokasi benda mencurigakan diduga bom. Polisi langsung mengerahkan Tim Gegana ke lokasi penemuan kardus tersebut. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah tas mencurigakan ditemukan di halaman Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pagi ini, Selasa, 31 Desember 2019. Lokasi penemuan itu tak jauh dari rumah dinas wakil presiden.

    "Isinya baju-baju dan dokumen pribadi," ujar Kepala Polres Jakarta Pusat Komisaris Besar Harry Kurniawan saat dihubungi Tempo, Selasa, 31 Desember 2019.

    Harry menjelaskan penemuan tas tersebut pertama kali oleh anggota Pos PAM Gereja Paulus sekitar pukul 08.25. Awalnya petugas yang tengah berjaga melihat seseorang laki-laki membawa tas itu dan berjalan ke arah Pos PAM Gereja Paulus dari arah Taman Suropati.

    Petugas yang curiga lalu menegur pria tersebut. Namun bukannya berhenti, orang mencurigakan itu malah menutup mukanya dengan tangan dan lari ke dalam area Masjid Sunda Kelapa.

    Petugas lalu mengejar dan melihat pria tersebut membuang tasnya di depan area Masjid Sunda Kelapa. "Kami sempat panggil tim gegana untuk mengecek," kata Harry.

    Setelah diperiksa, ternyata isi tas tersebut hanya baju dan dokumen saja. Sedangkan pria misterius pembuang tas sampai saat ini belum ditemukan.

    Harry mengatakan pria yang meninggalkan tas mencurigakan itu memiliki ciri-ciri rambut ikal dan kaos abu-abu berlengan panjang. "Sekarang lokasi sudah diamankan dengan police line dan kami akan memeriksa CCTV," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.