Perayaan Malam Tahun Baru di Depok Batal Digelar di Alun-Alun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses pembangunan taman dan alun-alun kota Depok Selasa 18 Desember 2018. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Proses pembangunan taman dan alun-alun kota Depok Selasa 18 Desember 2018. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Depok – Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan perayaan malam tahun baru yang direncanakan akan dilaksanakan di Alun-Alun Kota Depok terpaksa ditunda dengan alasan belum rampungnya pembangunan.

    “Memang rencananya tahun baru dilaunching, tapi ada perubahan jadwal,” kata Idris, Selasa 31 Desember 2019.

    Idris menampik pembatalan perayaan malam tahun baru di alun-alun karena belum rampungnya pembangunan alun-alun. “Kalau pekerjaan sudah 100 persen selesai, sekarang hanya tinggal membereskan pasir, balok dan sisa-sisa bekas bangunan, tapi Tukang-tukangnya juga mau tahun baruan, jadi kita sepakat alun-alun kita resmikan tanggal 12 Januari,” kata Idris.

    Sebelumnya, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok menargetkan pembangunan proyek alun-alun Depok selesai pada akhir Desember 2019.

    Kepala Dinas Rumkim Kota Depok, Dudi Miraz mengatakan, alun-alun yang direncanakan bakal menjadi ikon Kota Depok itu dikerjakan sejak bulan September 2018 dengan dua tahap. Pembangunan tahap I rampung pada Januari 2019 dengan luas lahan 1,8 hektare dan menghabiskan anggaran Rp 32 miliar dari APBD Kota Depok TA 2018.

    Sementara pengerjaan tahap II ini dilakukan di atas tanah 2,1 hektare dengan menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Depok TA 2019 senilai Rp 50,2 miliar.

    “Sesuai kontrak yakni 210 hari, maka ditargetkan pengerjaan tahap II ini selesai November 2019, namun tergantung kondisi cuaca juga. Karena memang kesulitan kalau hujan karena jalanan itu tidak bisa dilewati mobil molen,” kata Dudi, Jumat 14 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.