Kisruh 2 Pengelola, Kronologi Listrik Padam Apartemen Mediterania

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penghuni beraktivitas dengan bantuan penerangan lilin dalam keadaan listrik mati di Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Seorang penghuni beraktivitas dengan bantuan penerangan lilin dalam keadaan listrik mati di Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Listrik di Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat padam pada Senin, 30 Desember 2019.

    PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN memutuskan aliran listrik di Apartemen Mediterania tersebut karena belum menerima pembayaran pada bulan Desember 2019.

    "Tagihannya mendekati Rp 900 juta," ujar David Solihin, seorang warga Apartemen Mediterania yang ditemui Tempo di Food Market, Jakarta Utara pada Selasa, 31 Desember 2019.

    David dan sekitar 14 warga Apartemen Mediterania lainnya sedang berkumpul di pusat jualan makanan dan minuman itu sejak siang hari.

    Mereka membicarakan nasibnya tinggal di apartemen yang memiliki dua kepengurusan yakni Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) yang disebut sebagai kaki tangan pengembang, dan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) yang sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 132 tahun 2018 yang telah diperbaharui menjadi Pergub Nomor 133 tahun 2019.

    Warga lain berinisial G menjelaskan, kasus diputusnya listrik di tiga tower di Apartemen Mediterania bukan karena penghuni tak membayar tagihan.

    Melainkan, kata dia, karena dampak dualisme kepengurusan apartemen. Sebagian warga membayar tagihan listrik ke rekening yang disediakan oleh PPRS dan yang lainnya ke P3SRS.

    "Yang satu punya surat dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, (P3SRS) mereka legal. Nah yang satu lagi merupakan penguasa fisik (sarana dan prasarana apartemen). Jadi kita bingung," ujar G.

    Karena terpecahnya warga membayar tagihan listrik, kedua pengurus akhirnya terlambat membayar tagihan ke PLN yang harus jatuh tempo pada 20 Desember 2019. Namun menurut David, kedua pengurus telah bertemu dan sepakat membayar tagihan listrik tersebut secara bersama-sama. Persentasenya 50-50.

    "Masing-masing tanggalkan ego dulu, pikirkan kepentingan warga," ujar David.

    Menurut David, listrik di apartemen Mediterania sudah mulai menyala pada siang ini. Secara bertahap, kata dia, engineering telah menghidupkan kembali listrik di sekitar seribu unit apartemen.

    Padamnya listrik di Apartemen Mediterania kemarin menyisakan cerita 'Genset Bermata' bagi penghuni. Menurut G, genset biasanya akan dihidupkan jika listrik padam sebagai pengganti sumber penerangan. Namun, genset itu hanya menyalakan listrik untuk penghuni yang membayar tagihan PLN melalui rekening PPRS.

    "Jadi ada tebang pilih," ujar dia.

    Warga lain menceritakan bahwa listrik mulai padam sekitar pukul 14.00. Hingg malam hari, penghuni yang membayar tagihan listrik menggunakan rekening BCA P3SRS tidak mendapatkan penerangan sedikit pun.

    "Gelap total, seperti malam Kudus. Kejam, nenek-nenek harus tidur di lantai karena kepanasan," ujar seorang warga Apartemen Mediterania yang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.