BMKG: Jakarta Berpotensi Hujan Sampai 3 Hari ke Depan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memakai jas hujan dan payung saat merayakan malam Tahun Baru 2020 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2020. Bundaran HI merupakan salah satu tempat favorit warga Jakarta dan sekitarnya untuk merayakan malam pergantian tahun 2019 ke 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga memakai jas hujan dan payung saat merayakan malam Tahun Baru 2020 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2020. Bundaran HI merupakan salah satu tempat favorit warga Jakarta dan sekitarnya untuk merayakan malam pergantian tahun 2019 ke 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasubdit Analisis Informasi Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Adi Ripaldi, memprediksi hujan masih berpotensi mengguyur Jakarta hingga dua sampai tiga hari ke depan. Khusus Rabu, 1 Januari 2020, hujan diprediksi turun sampai sore nanti. "Siang dan sore hari masih ada peluang hujan di Jabodetabek," kata Adi saat Tempo hubungi lewat pesan pendek, Selasa, 1 Desember 2020.

    Adi menjelaskan, pada pagi hari ini BMKG memprediksi hujan ringan terjadi di Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, sedangkan hujan dengan intensitas sedang di Jakarta Utara, Barat, Selatan, dan Timur. Memasuki siang hari, langit di Ibu Kota akan berawan dengan hujan ringan tetap turun di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Pusat.

    Pada malam hari, selain berawan, hujan dengan intensitas ringan juga diprediksi turun di Jakarta Pusat, Selatan, Timur, dan Barat, sementara hujan intensitas sedang terjadi di Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara. BMKG mengimbau warga agar waspada potensi adanya hujan disertai petir dan angin kencang di Jakarta Utara, Barat, Selatan, dan Timur pada pagi, malam, dan dini hari nanti.

    Menurut Adi, banjir yang melanda Jakarta Rabu pagi ini tak hanya dipengaruhi oleh curah hujan Jakarta semata. Menurut dia, ada pengaruh dari hujan yang terjadi di wilayah sekitar DKI, seperti Bogor dan Depok. Selain itu, faktor infrastruktur wilayah, topografi, dan drainase juga sangat mempengaruhi banjir yang terjadi. "Banjir bisa jadi karena kiriman dari hulu atau karena luapan air sungai," ucap dia.

    Adi menjelaskan, masyarakat perlu mewaspadai curah hujan harian dengan intensitas tinggi bahkan ekstrim yang bisa terjadi pada periode musim hujan ini. Kewaspadaan terhadap banjir, ujar dia, perlu ditingkatkan khususnya sepanjang Desember 2019-Mei 2020. "Karena hujan lebat bisa saja terjadi suatu saat," kata dia.

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.