Begini Komentar Gubernur Anies Baswedan Soal Banjir Jakarta

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelum memberikan pidato saat malam perayaan Natal di Gereja Immanuel, Jakarta, Selasa 24 Desember 2019. Anies rencananya bakal mengunjungi tujuh gereja yang melaksanakan misa malam ini. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Ekspresi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelum memberikan pidato saat malam perayaan Natal di Gereja Immanuel, Jakarta, Selasa 24 Desember 2019. Anies rencananya bakal mengunjungi tujuh gereja yang melaksanakan misa malam ini. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir harus tetap terpenuhi. "Obat-obatan, makanan siap saji, air minum, toilet umum dan semua kebutuhan dasar lainnya supaya segera dalam posisi siap, pastikan," ujar Anies dalam keterangan resminya, Rabu 1 Januari 2020.

    Selain itu, Anies telah memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan dapur umum dan pos kesehatan di lokasi yang terkena dampak banjir. Dia juga menginstruksikan untuk menyiapkan gedung pemerintahan daerah dan sekolah sebagai tempat pengungsian.

    Anies juga meminta dinas terkait untuk memastikan keamanan warga baik di rumah dari bahaya sengatan listrik dan pohon tumbang. Termasuk juga, lanjut dia, warga yang berada di jalan, agar saat ada halangan mobilitas warga dan transportasi segera disiapkan rute alternatif.

    Anies menyatakan bahwa banjir tersebut karena curah hujan yang tinggi sejak Selasa malam. "Berbagai tempat Jakarta mengalami banjir sejak Selasa kemarin bagian barat Jawa hujan yang cukup intensif masih berlansung hingga pagi ini," ujarnya.

    BPBD DKI mencatat hingga pagi ini puluhan titik di 8 kelurahan terendam banjir dengan ketinggian 20-90cm. Banjir disebabkan oleh curah hujan dan luapan kali.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.