Banjir Terjang Rumah Tahanan Depok

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Air setinggi 1 meter genangi Rumah Tahanan Kelas IIB, Cilodong, Depok, Rabu 1 Januari 2020. Istimewa/dok. Rutan Depok

    Air setinggi 1 meter genangi Rumah Tahanan Kelas IIB, Cilodong, Depok, Rabu 1 Januari 2020. Istimewa/dok. Rutan Depok

    TEMPO.CO, Depok – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kota Depok tak luput dari banjir. Air setinggi lutut orang dewasa menggenangi Rutan yang berada di Kecamatan Cilodong.

    Kepala Rutan Kelas IIB Depok, Bawono Ika Sutomo, mengatakan air mulai datang sejak pukul 07.30 WIB dengan ketinggian mencapai kurang lebih satu meter. “Untungnya, air tidak sampai masuk ke dalam blok tahanan,” kata Bawono, Rabu 1 Januari 2020.

    Bawono mengatakan, penyebab masuknya air ke Rutan Depok karena luapan Sungai Cciliwung yang berada persis di samping Rutan. "Intensitas hujan memang sedang tinggi sehingga air dari aliran Ciliwung yang ada di samping rutan meluap," kata Bawono.

    Bawono memastikan, seluruh tahanan aman di dalam blok masing-masing. Karena air hanya menggenangi gedung bagian depan saja. "Saat ini air sudah mulai surut. Alhamdulillah semua aman dan terkendali," kata Bawono.

    Untuk mengeluarkan air, lanjut Bawono, petugas melakukan pembukaan saluran pembuangan yang berada di sekitar Rutan “Ini memang bukan pertama kali air masuk ke rutan, tapi ini lebih parah dari sebelumnya," kata Bawono.

    Di dalam rutan tersebut terdapat sekitar 1.680 warga binaan. Mereka pun masih bisa beraktivitas seperti biasa. "Masih berjalan seperti biasa sampai saat ini," kata dia.

    Diketahui, hujan sudah mengguyur wilayah Depok sejak Selasa, 31 Desember 2019 petang. Hingga saat ini, hujan dengan intensitas rendah masih terus mengguyur wilayah Depok dan sekitarnya.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.