Tangerang Banjir, Pemkot Sebar Nasi Bungkus

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Kantor Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang yang terendam banjir, akibat luapan sungai Cisadane, Jumat, 26 April 2019. TEMPO/Ayu Cipta

    Suasana Kantor Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang yang terendam banjir, akibat luapan sungai Cisadane, Jumat, 26 April 2019. TEMPO/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Tangerang - Banjir melanda Kota Tangerang. Luapan air bah diakibatkan hujan sepanjang perayaan malam tahun baru hingga Rabu siang, 1 Januari 2020.

    Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang masih mendata titik-titik banjir. Ada sedikitnya lima dari 13 kecamatan di Kota Tangerang yang kebanjiran. Diantaranya ialah Perumahan Pinang Griya Kecamatan Pinang, Perumahan Ciledug Indah Kecamatan Ciledug, Kecamatan Batuceper, Kecamatan Tangerang, dan Benda.

    Kepala BPBD Kota Tangerang, Irman Puja Hendra, mengatakan telah menurunkan 200 personil serta 16 perahu aluminium dan fiber ke sejumlah lokasi banjir. "BPBD lebih fokus pada evakuasi masyarakat dan membantu masyarakat jalur air yang tersumbat di pemukiman warga,” kata Irman.

    Pemerintah Kota Tangerang melalui sejumlah perangkat pemerintahan sigap menangani musibah tersebut. Mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, PUPR hingga Dinas Sosial.

    Kepala sub bagian Peliputan dan Dokumentasi Hubungan Masyarakat Pemkot Tangerang, Dimas Aryo S, mengatakan Dinas Sosial langsung bergerak ke lokasi banjir. Ia mengatakan sejumlah bantuan sudah mulai didistribusikan ke warga.

    Dinas Sosial Kota Tangerang telah mendistribusikan 1.300 nasi bungkus, 200 kilogram beras, 200 dus mie instan. Lalu 200 liter minyak goreng, 200 ikan dalam kemasan, 200 kecap, 22 selimut, 37 pembalut, serta 48 diapers.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.