Layanan 112 Kota Tangerang Terima 250 Panggilan Penanganan Banjir

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir luapan sungai Cisadane merendam kawasan perumahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, di Kota Tangerang, Jumat, 26 April 2019. TEMPO/Ayu Cipta.

    Banjir luapan sungai Cisadane merendam kawasan perumahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, di Kota Tangerang, Jumat, 26 April 2019. TEMPO/Ayu Cipta.

    TEMPO.CO.Tangerang - Layanan Gawat Darurat 112 Kota Tangerang menerima tak kurang dari 250 permintaan penanganan banjir. Masyarakat, rata-rata meminta bantuan logistik, perahu karet, hingga personil untuk evakuasi warga.

    "Sejak tadi pagi hingga siang jam 12.00 kami sudah menerima 250 panggilan dari masyarakat yang isinya permintaan bantuan terkait banjir," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala UPT Tangerang LIVE Room Ian Chavidz.

    Ian mengatakan bahwa pihaknya langsung merespon setiap aduan dari masyarakat. Dia memastikan seluruh bantuan telah didistribusikan ke setiap lokasi posko bencana.

    "Seluruh laporan, langsung kami tindaklanjuti dan diteruskan kepada petugas di lapangan. Termasuk juga bantuan yang kini sudah dibuka dapur umum di setiap kantor kecamatan,"kata Ian.

    Tangerang membuka 13 posko bencana untuk menampung korban banjir. Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, menyatakan banjir di wilayahnya terjadi karena meningkatnya debit Kali Mookevart sehingga harus membuka pintu air menuju Sungai Cisadane.

    Arief mengatakan lokasi banjir terparah di Kota Tangerang saat ini terpantau di
    Larangan Utara dan Larangan Selatan dengan mencapai ketinggian air mencapai 100-130 sentimeter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.