Remaja Hilang Terbawa Arus Banjir Bandang Sungai Ciburian

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir bandang di sungai Ciburian menghancurkan dan menghanyutkan kendaraan roda 4 di Maja, Jasinga, Kabupaten Bogor, Rabu 1 Januari 2020. Dok istimewa

    Banjir bandang di sungai Ciburian menghancurkan dan menghanyutkan kendaraan roda 4 di Maja, Jasinga, Kabupaten Bogor, Rabu 1 Januari 2020. Dok istimewa

    TEMPO.CO, Bogor - Banjir Bandang Sungai Cidurian, Maja, Jasinga, Kabupaten Bogor, memakan korban. Seorang remaja, Hilman (15), dilaporkan hilang karena hanyut terbawa arus banjir.

    Murdani, warga setempat, menyatakan banjir bandang melanda daerahnya sejak Rabu pagi, 1 Januari 2019. Banjir merendam puluhan rumah dan menghayutkan dua unit kendaraan roda empat terbawa arus dan satu jembatan putus di Sukamaju, Cigudeg, Kabupaten Bogor.

    "Airnya sedada, kurang lebih 90 senti meter," ucap Murdani, warga setempat kepada Tempo, Rabu 1 Januari 2020.

    Komandan Komando Distrik Militer 0621/Kabupaten Bogor, Letnan Kolonel Infanteri Harry Eko Sutrisno, mengatakan luapan air di sungai Cidurian tersebut diakibatkan oleh hujan yang terus menerus. Sehingga luapan sungai Cidurian mengakibatkan beberapa desa kebanjiran, terutama permukiman warga yang berada atau tinggal di bantaran aliran sungai.

    "Hingga saat kami standby-kan personil untuk membantu warga yang terdampak," ucap Harry saat di hubungi.

    Harry mengatakan, selain menempatkan personil TNI dari Kodim juga dari Batalyon Infanyeri 315, mereka juga dibantu oleh petugas dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana.

    Dia menyatakan pihaknya dibantu warga telah melakukan evakuasi terhadap korban. Harry pun mengimbau warga yang rumahnya dekat sungai untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

    "Kami siapkan 500 personil di bagi ke dua titik terdampak paling parah disini (Jasinga) sama Bojong Kulur," kata Harry.

    Selain merendam puluhan rumah, banjir bandang tersebut juga menyebabkan longsor di berbagai titik di Kecamatan Parungpanjang, Jasinga, Nanggung hingga Cigudeg.

    Akibat dari kejadian tersebut banyak warga yang mengungsi sementara ke dataran yang lebih tinggi, juga ikut menumpang di rumah warga atau tetanggannya. Beberapa relawan pun turun membantu, salah satunya dari lembaga Masyarakat Pejuang Bogor atau MPB, mereka membantu mengevakuasi korban dari banjir hingga membagikan nasi bungkus.

    "Iya kesian para korban ini, mereka saudara kita sejak pagi belum pada makan karena semua lumpuh," ucap Yuni anggota MPB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.