Banjir Kiriman Datang Lebih Cepat, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mempersiapkan perahu karet untuk evakuasi warga terdampak banjir di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas mempersiapkan perahu karet untuk evakuasi warga terdampak banjir di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Depok – Petugas Jaga Pos Pantau Ciliwung, Ardi Suardi mengatakan, kenaikan Tinggi Muka Air (TMA) Sungai ciliwung di Kota Depok mengalami percepatan atau lebih cepat dibanding tahun sebelumnya atau hari biasanya. Hal ini mengakibatkan banjir terjadi lebih cepat di area DKI Jakarta dan sekitarnya.

    “Biasanya untuk mengalami peningkatan untuk dari siaga 4 ke siaga 1 butuh waktu 7 hingga 8 jam, saat ini hanya lima jam sudah siaga 1,” kata Ardi kepada Tempo, Rabu 1 Januari 2020.

    Berdasar data dari Pos Pantau Depok, pada Rabu 1 Januari 2020 mulai pukul 07.00 WIB TMA di Jembatan Panus menunjukkan angka 195 cm atau masuk dalam kategori siaga 4, satu jam berikutnya yakni pukul 08.00 WIB TMA menunjukan angka 200 cm.

    TMA terus bergerak mengalami peningkatan pada pukul 09.00 WIB yakni mencapai 250 cm, selanjutnya pukul 10.00 WIB TMA terpantau pada posisi 280 cm. Sejam kemudian kenaikan drastis terjadi, TMA di pos pantau Depok mencapai 375 cm atau masuk dalam status Siaga 1 pada pukul 11.00 WIB.

    “Air terus mengalami peningkatan sampai pada puncaknya pada pukul 12.00 yang mencapai 410 cm,” kata Ardi.

    Setelah mencapai puncak, pada pukul 12.00 WIB, TMA di Pos Pantau Depok turun menjadi 400 cm pada pukl 13.00 WIB. Penurunan terus terjadi hingga pada pukul 17.00 WIB berada di titik 240 cm.

    “Sekarang status di Pos Pantau Depok sudah turun siaga 3,” kata Ardi.

    Peningkatan dengan cepat itu disebabkan curah hujan yang sangat tinggi di kawasan Bogor, Depok, dan sekitarnya. Alhasil, banjir kiriman tiba lebih cepat di kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.