Jakarta Banjir, Anies Baswedan: Pengendalian Harus dari Hulu

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau warga yang mengungsi akibat banjir di Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta, Rabu, 1 Janiari 2020. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau warga yang mengungsi akibat banjir di Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta, Rabu, 1 Janiari 2020. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa antisipasi banjir di Jakarta harus dilakukan dengan pengendalian volume air dari hulu.

    "Saat ini yang menjadi tantangan kami antisipasi air yang datang dari Hulu kawasan pengunungan," ujar Anies saat ditemui di Kampung Melayu Jakarta Timur, Rabu 1 Januari 2029

    Hal tersebut disampaikan Anies lantaran upaya normalisasi sungai yang sudah dikerjakan oleh DKI masih menyebabkan banjir. Anies memisalkan salah satunya normalisasi Kali Ciluwung di Kampung Melayu.

    "Ini bukti otentik, ini sudah normalisasi tapi masih ada luapan dari sungai," ujarnya.

    Anies menyebutkan salah satu bentuk pengendalian di hulu dengan membangun embuk dan bendungan. Hal tersebut kata Anies untuk menahan air tidak langsung menuju DKI Jakarta saat ada volume air yang besar di hulu.

    "Jika di hulu dibangun waduk embung maka jika ada volume air besar maka air akan bertahap menuju ke bagian pesisir,"ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.