Korban Banjir di Kota Tangerang Hampir 17 Ribu Jiwa

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyelamatkan anggota keluarganya saat rumah mereka terendam banjir akibat luapan sungai Cisadane di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten, Jumat 26 April 2019. Hujan deras dengan intensitas tinggi di kawasan Bogor Jawa Barat yang menyebabkan sunga Cisadane meluap hingga menyebabkan banjir di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Warga menyelamatkan anggota keluarganya saat rumah mereka terendam banjir akibat luapan sungai Cisadane di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten, Jumat 26 April 2019. Hujan deras dengan intensitas tinggi di kawasan Bogor Jawa Barat yang menyebabkan sunga Cisadane meluap hingga menyebabkan banjir di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang telah memetakan seluruh kecamatan di Kota Tangerang terdampak banjir yang melanda sepanjang Rabu 1 Januari 2020.

    Jumlah korban banjir tercatat sebanyak 16.994 jiwa. Mereka berasal dari 13 kecamatan dengan tiga titik terbanyak di Kecamatan Ciledug 74 lokasi, Pinang 56 lokasi dan Larangan 38 lokasi banjir.

    Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah memimpin langsung penangan banjir dengan mendatangi lokasi titik banjir. Arief pada Rabu pagi juga membuka sendiri pintu air di Batuceper.

    Arief mengatakan lokasi banjir tetparah saat ini terpantau di Larangan Utara dan Larangan Selatan. "Ketinggian air mencapai 100-130 sentimeter,"kata Arief Rabu 1 Januari 2020.

    Musibah banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Tangerang, ditanggapi Pemerintah Kota Tangerang dengan cukup cepat. Pendistribusian bantuan diklaim segera dilakukan setelah masyarakat memberikan duan ke layanan Gawat Darurat 112 atau Posko Utama Penanganan Banjir di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang dengan nomor 0813-1132-1212. Posko utama secara cepat akan menghubungi Kecamatan dan Kelurahan setempat.

    “Kecamatan dan Kelurahan pun akan langsung ambil bantuan tersebut di Posko Utama, dan segera mendistribusikan ke masyarakat yang menghubungi atau membutuhkan tersebut. Bantuan yang didistribusikan mulai dari makanan siap konsumsi, air mineral, selimut, diaper, pembalut hingga roti,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Tangerang, Mulyani.

    Ia pun menghimbau, masyarakat atau seluruh petugas yang berada di lapangan yang sudah mengetahui alur pendistribusian bantuan banjir ini, untuk saling dan terus menginfokan ke masyarakat lainnya.

    Sehingga, semua masyarakat kata Mulyani bisa mengetahui alur ini dan dengan cepat bisa menghubungi 112 untuk meminta bantuan apa saja yang mereka butuhkan. Dengan begitu, Pemerintah Kota Tangerang bisa mendistribusikan semua bantuan langsung ke masyarakat sesuai target yang dibutuhkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.