Jakarta Hujan Lagi, Ketinggian Air di Sejumlah Pintu Air Naik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Air luapan Kali Ciliwung masih menggenang di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur hingg Rabu petang, 1 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Air luapan Kali Ciliwung masih menggenang di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur hingg Rabu petang, 1 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mencatat adanya ketinggian muka air di sejumlah titik pada Rabu, 1 Januari 2020 pukul 23.00 WIB. Ketinggian muka air itu dibarengi dengan hujan yang turun sejak pukul 22.00.

    Berikut data lengkapnya dari laman BPBD DKI Jakarta

    - Katulampa, 50 sentimeter atau siaga 4
    - Depok, 180 sentimeter atau siaga 4
    - Manggarai, 945 sentimeter atau siaga 2
    - Karet, 650 sentimeter atau siaga 1
    - Krukut Hulu, 150 sentimeter atau siaga 4
    - Pesanggrahan, 160 sentimeter atau siaga 3
    - Angke Hulu, 345 sentimeter atau siaga 1
    - waduk Pluit, - 40 sentimeter atau siaga 3
    - Pasar Ikan, 150 sentimeter atau siaga 4
    - Cipinang Hulu, 125 sentimeter atau siaga 4
    - Sunter Hulu, 130 sentimeter atau siaga 4
    - Pulo Gadung, 600 sentimeter atau siaga 3

    Tinggi muka air pada pukul 23.00 tersebut naik dari data BPBD DKI Jakarta pada pukul 21.00. Contohnya seperti di pintu air Manggarai, ketinggian muka air sebelumnya hanya 910 sentimeter. Berikutnya di Karet, 640 sentimeter dan Pulo Gadung, 560 sentimeter.

    Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan mulai pukul 22.00. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 01.30 WIB.

    Wilayah sebaran hujan menurut BMKG adalah Rajeg, Mauk, Sepatan, Benda, Batuceper, Kalideres, Kosambi, Cengkareng, Sawah Besar, Kemayoran, Kelapa Gading, Johar Baru, Senen, Cempaka Putih, Pulo Gadung, Cakung, Bekasi Utara, Cilandak, Pasar Minggu, Jaga Karsa, Cipayung, dan sekitarnya.

    Persebaran hujan diperkirakan dapat meluas ke wilayah Gunung Sindur, Sawangan, Pancoranmas, Balaraja, Kresek, Kronjo, Pakuhaji, Teluknaga, Penjaringan, Tambora, Tamansari, Gambir, Grogol Petamburan, Kebon Jeruk, Kembangan, Cipondoh, Tangerang, Jati Uwung, Pasarkemis, Tigaraksa, Cisoka, Cikupa, Curug, Legok, Serpong, Parungpanjang, Tenjo, Rumpin, Parung, Bojonggede, Sukmajaya, Cimanggis, Jatiasih, Pondok Gede, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Tarumajaya, Cilingcing, Koja, Tanjung Priok, Pademangan, Menteng, Tanah Abang, dan Palmerah.

    Selanjutnya, di wilayah Ciledug, Pesanggrahan, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Setiabudi, Tebet, Jatinegara, Matraman, Duren Sawit, Makasar, Ciracas, Pasar Rebo, Kramat Jati, Mampang Prapatan, Pancoran, Beji, Limo, Pamulang, Ciputat, Pondok Aren, Tambun, Bekasi Timur, Bantargebang, Gunung Putri, Babelan, Muaragembong, Tambelang, Sukatani, Cabangbungin, Pebayuran, Kedung Waringin, Cikarang, Lemahabang, Serang, Cibitung, Cibarusah, Cileungsi, Setu, Cibinong, Cigudeg, Jasinga, Jonggol, Cariu, Semplak, Citeureup, Kedunghalang, dan sekitarnya.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.