Banjir Jakarta, Begini Basarnas Evakuasi Warga Cipinang Melayu

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses evakuasi warga Kampung Pulo yang terjebak banjir masih berlangsung hingga Kamis pagi, 2 Januari 2020 pukul 06.00. Tempo/M Yusuf Manurung

    Proses evakuasi warga Kampung Pulo yang terjebak banjir masih berlangsung hingga Kamis pagi, 2 Januari 2020 pukul 06.00. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta -Hingga Rabu malam 1 Januari 2020, Tim Basarnas masih hilir mudik mengevakuasi warga RW 4, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur yang terkena banjir Jakarta  sejak Rabu pagi, 1 Desember 2019.

    Sebanyak 20 perahu karet dikerahkan untuk menyisir lokasi.

    Alamsyah, warga RT 2 RW 4 Kelurahan Cipinang Melayu mengatakan sedari pukul 02.15 dini hari tadi, air sudah mulai menggenang. Ia menyebut genangan air terus naik sampai setinggi atap lantai satu rumahnya. “Puncaknya jam 05.00 WIB. Saya bertahan di lantai dua rumah saya,” kata dia saat Tempo tanyai di lokasi.

    Tempo sempat ikut di atas salah satu perahu Basarnas dan menyisiri lokasi banjir dalam rangka evakuasi. Sambil menelusuri gang, Tempo melihat rumah-rumah warga telah terendam setidaknya sampai atap lantai satu.  Warga bertahan di lantai dua sambil menunggu perahu evakuasi menjemput.

    Salah seorang warga yang dievakuasi adalah Agus, 43 tahun. Ia bersama ibunya, Yustin, 70 tahun, dan Anton, 70 tahun, terjebak di lantai dua rumahnya sejak Rabu dini hari.

    Meski begitu, Anton memilih untuk bertahan dan tak ingin dievakuasi. “Tadi sudah mau, tapi, berubah pikiran. Bapak (anton) mau bertahan di sana saja,” kata Agus.   

    Yustin mendapat giliran yang pertama dievakuasi. Dua orang petugas Basarnas serta satu orang keamanan setempat menahan kanopi berbahan asbes yang dipakai oleh Yustin sebagai pijakan. Yustin lantaran bertumpu ke bahu kedua petugas tersebut sampai akhirnya turun ke perahu. Hal yang sama dilakukan oleh Agus.

    Wilayah Cipinang Melayu terendam banjir akibat dari hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak kemarin sore. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) wilayah Jakarta Timur paling banyak yang terkena banjir. Ada 2 kecamatan dengan 4 kelurahan yang kebanjiran. Tercatat di Kecamatan Makasar, air menggenangi Kelurahan Cipinang Melayu, Pinang Ranti, Halim Perdana Kusuma dan Makasar. Ketinggian air berkisar pada 60 sentimeter higga 80 sentimeter.

    Sementara di Kecamatan Jatinegara, air menggenangi empat kelurahan dengan ketinggian air 15-30 sentimeter. Di Jakarta Utara, air menggenangi Kecamatan Cilincing, Kelurahan Rorotan. Pada Rabu, 1 Januari 2019 pukul 04.00, ketinggian air 70 sentimeter.

    Dalam banjir Jakarta juga menggenangi kawasan Cengkareng. Di kelurahan Rawa Buaya, air menggenangi dua RW dengan ketinggian 70 sentimeter. Di Jakarta Selatan, banjir menggenangi sebagian kawasan Tebet, Manggarai Selatan dengan ketinggian 90 sentimeter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.