Evakuasi Dramatis Bayi Usia 1 Bulan dari Banjir di Ciledug

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Metro Tangerang, anggota Polri dan Tim SAR dibantu warga mengevakuasi ibu dan bayi usia satu bulan  dari kepungan banjir di Perumahan Ciledug Indah II Kota Tangerang, Foto: Istimewa

    Kapolres Metro Tangerang, anggota Polri dan Tim SAR dibantu warga mengevakuasi ibu dan bayi usia satu bulan dari kepungan banjir di Perumahan Ciledug Indah II Kota Tangerang, Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Tangerang -Azan Ashar berkumandang saat Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Abdul Karim, Kepala bagian Operasional Ajun Komisaris Besar Anggun Cahyono dan anggota SAR dibantu warga menurunkan bayi berumur satu bulan dari sebuah rumah bertingkat dua di Perumahan Ciledug Indah II Kota Tangerang akibat banjir.

    Rabu kemarin, 1 Januari 2019 pukul 15.30, cuaca mendung dengan air bah banjir mengepung perumahan tersebut setinggi dada orang dewasa.

    Lebih dari lima orang bahu-membahu menahan papan kayu di atas permukaan air berwarna cokelat setinggi dada orang dewasa.

    Di atas papan kayu yang di atasnya digelar kain kuning itu seorang ibu berkerudung menuruni tangga dan menunggu bayinya diturunkan dari lantai dua rumah mereka.

    Dengan aba-aba Kapolres Abdul, seorang petugas anggota Polri menaiki tangga lalu dari atas seorang petugas lain mengulurkan bayi berusia satu bulan itu.

    Setelah itu petugas menyerahkan si bayi kepada ibunya yang duduk menunggu di atas papan kayu. "Alhamdulillah bayi itu aman dalam dekapan ibunya,"kata KabagOps Anggun menceritakan kembali detik-detik penyelamatan bayi dan ibunya itu kepada Tempo Kamis 2 Januari 2020.

    Menurut Anggun karena banyak titik yang harus dicover, perahu karet sudah digunakan semua,l maka dengan papan kayu dan peralatan yang ada, ibu dan bayi dievakuasi.

    Anggun mengatakan, dia dan Kapolres, anggota Polri, tim SAR sepanjang Rabu sore menyisir lokasi banjir di Perumahan Ciledug Indah II itu. Ada banyak warga yang kemudian dievakuasi dari rumah masing-masing karena terjebak banjir.

    "Termasuk ibu dan bayi, Alhamdulillah kami ungsikan di Masjid Jami AlIrsyad,"kata Anggun.

    Pemerintah Kota Tangerang pun telah mengaktifkan call center 112 sebagai Layanan Kegawatdaruratan. Per 1 Januari 2020 sudah ada pengaduan sebanyak 250 permintaan bantuan.

    Terpisah Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan sejumlah lokasi banjir seperti Kelurahan Petir, Cipondoh terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga Kali Angke meluap dan air masuk ke pemukiman.

    Sachrudin menghimbau kepada warga yang terdampak banjir untuk dapat berhati - hati dalam menyelamatkan harta bendanya agar terhindar dari banjir yang terjadi.

    "Tetap berhati - hati ya pak bu, jangan sampai karena menyelamatkan barang justru menjadi petaka," pesan Sachrudin saat meninjau Kampung Candulan di wilayah Kelurahan Petir.

    Sachrudin menyampaikan Pemkot Tangerang terus membantu masyarakat yang terkena musibah banjir, baik dari sarana evakuasi maupun bantuan makanan dan kebutuhan. "Kalau perlu apa - apa, sampaikan ke lurah atau camat, supaya bisa segera disiapkan kebutuhannya," kata Sachrudin terkait penangangan banjir Tangerang di kawasan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.