Korban Meninggal Banjir Jakarta Bertambah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susasana evakuasi warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, pada Rabu, 1 Desember 2019 oleh tim dari Basarnas. Tempo/Adam Prireza

    Susasana evakuasi warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, pada Rabu, 1 Desember 2019 oleh tim dari Basarnas. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir Jakarta yang sudah berlangsung dua hari kembali memakan korban jiwa di Jakarta Barat. Kedua korban ditemukan oleh Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Kamis siang ini.

    "Yang satu namanya Raihan Alam Dafi, 18 tahun. Korban tenggelam di Semanan, Kalideres," ujar Kepala Seksi Operasi Damkar Jakarta Barat, Eko Sumarmo saat dihubungi Tempo, Kamis, 2 Januari 2020.

    Korban kedua, lanjut Eko, bernama Yuda Irawan, 29 tahun. Warga Palmerah ini ditemukan petugas tewas tenggelam di Kali Hankam Kemanggisan. Jasad keduanya kini sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing.

    Keduanya menambah panjang catatan korban tewas akibat banjir Jakarta di awal tahun 2020. Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 16 orang yang tewas saat banjir hari pertama pada Rabu, 1 Januari 2020. 

    Penyebab para korban tewas di antaranya karena hipotermia, tenggelam, tertimbun longsor, hingga tersengat listrik. 

    Menteri Sosial Juliari Batubara menyatakan banjir di wilayah Jabodetabek hingga hari ini, Kamis 2 Januari 2020, telah menimbulkan 21 korban jiwa. Kementerian Sosial pun memberikan santunan sebesar Rp 15 juta bagi keluarga korban.

    "Laporan terakhir 21, 19 korban sudah teridentifikasi dan dua lagi dalam proses pendataan," kata Juliari di sela peninjauan lokasi banjir di Jakarta Timur.

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.