Cerita Korban Banjir Kampung Pulo, Cuma Bisa Bawa Baju di Badan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak berhasil dievakuasi oleh Petugas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur menyelamatkan barang korban banjir di Kampung Pulo, Jakarta, Kamis 2 Januari 2020. Hingga kini masih banyak yang terjebak diatap rumah mereka.TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Seorang anak berhasil dievakuasi oleh Petugas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur menyelamatkan barang korban banjir di Kampung Pulo, Jakarta, Kamis 2 Januari 2020. Hingga kini masih banyak yang terjebak diatap rumah mereka.TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Fardianah, 33 tahun, tak menyangka banjir dengan cepat merendam rumahnya yang berada di dekat bantaran Kali Ciliwung Kampung Pulo, Jakarta Timur, pada Rabu dinihari, 1 Januari 2020. Fardianah mengaku hanya membawa baju yang melekat di tubuhnya saat menyelamatkan diri dari terjangan banjir. 

    "Air cepat naik dan belum bisa membawa apa-apa," kata Fardiah saat ditemui di tempat pengungsiannya di pinggir Jalan Jatinegara Barat, Kamis, 2 Januari 2020.

    Banjir yang terjadi di awal tahun, kata dia, telah menelan seluruh perabotan rumah tangganya. Bahkan, berkas berharga seperti sertifikat rumah, ijazah, kartu keluarga dan KTP-nya ikut hanyut.

    "KTP masih ada di dalam tas sama kartu-kartu lain. Kalau ijazah dan sertifikat kayaknya basah semua karena saya simpan di gerobok lemari yang di atas dinding."

    Warga RT1 RW3 Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara itu tidak menyangka banjir kemarin hingga mencapai lemari atas rumahnya. Padahal, kata dia, rumahnya telah dibangun cukup tinggi, meski tidak tingkat.

    "Biasanya banjir tidak pernah sampai gerobok lemari berkas-berkas itu. Tapi banjir kemarin memang cukup tinggi," ujarnya. "Ini banjir yang paling besar selama saya tinggal. Banjir tahun 2007 kalah." 

    Ia menyambut baik jika ada program pemerintah untuk merestorasi berkas berharga yang rusak. Fardianah menyatakan bakal segera berkoordinasi dengan ketua RT di rumahnya untuk segera mengurus berkas berharga miliknya yang rusak.

    "Bagus juga kalau memang ada program membuat kembali berkas yang rusak."

    Lembaga pemerintah non kementerian Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) membuka pelayanan restorasi gratis bagi dokumen penting dan arsip masyarakat seperti ijazah, berbagai macam akte, hingga sertifikat tanah yang rusak akibat bencana banjir Jakarta dan sekitarnya.

    Program tersebut merupakan langkah preventif ANRI terhadap dokumen keluarga, guna mengiringi program Presiden Joko Widodo saat ini yang menggalakkan pembagian sertifikat tanah gratis.

    Bagi warga korban banjir Jakarta yang ingin memperbaiki arsipnya dapat langsung datang ke kantor ANRI yang beralamat di Jalan Ampera Raya No.7 Cilandak, Jakarta Selatan. Pelayanan ini dibuka Senin sampai Jumat selama jam kerja yaitu pada 07.30 sampai 15.30 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.