Ada 119 Titik Banjir di Tangerang Selatan, 2.700 Jiwa Terdampak

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dengan menggunakan perahu karet seadanya menyelamatkan bayinya dari dalam rumahnya yang terendam banjir di Perumaha Puri Bintaro Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu 1 Januari 2020. Banjir yang menggenang setinggi 1,5 meter di perumahan tersebut akibat hujan deras seharian yang mengguyur kawasan tersebut serta meluapnya kali di sekitar perumahan itu. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Warga dengan menggunakan perahu karet seadanya menyelamatkan bayinya dari dalam rumahnya yang terendam banjir di Perumaha Puri Bintaro Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu 1 Januari 2020. Banjir yang menggenang setinggi 1,5 meter di perumahan tersebut akibat hujan deras seharian yang mengguyur kawasan tersebut serta meluapnya kali di sekitar perumahan itu. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebutkan untuk total keseluruhan titik banjir di wilayah Tangsel mencapai 119 titik lokasi.

    "Jumlah titik banjir secara keseluruhan sejak kemarin seluruhnya 119 titik banjir di kota Tangsel, baik yang digenangi air dari 5 sampai 10 sentimeter atau yang terparah 2 sampai 3 meter," katanya Kamis malam. 2 Januari 2020.

    Menurut Benyamin, untuk hari ini, bnajir di kota Tangerang Selatan relatif semua titik sudah surut dan hanya 6 titik yang masih ada genangan air, antara lain di komplek Arinda 2, jalan Kayu Gede dan beberapa titik lainnya.

    "Warga terdampak banjir ink kurang lebih hampir 2.700 jiwa yang terdata atau kurang lebih 700-800 kepala keluarga, untuk kerugain materi sedang dihitung," ujarnya.

    Selain kerugian materi, lanjut Benyamin, ada pula 4 korban meninggal dunia pada saat banjir kemarin, satu orang tewas tersengat aliran listrik, 2 orang lansia karena kelelahan terkena serangan jantung, dan satu anak usia 14 tahun terperosok ke gorong- gorong air.

    "Kemudian ada juga warga yang digigit ular dan saat ini sudahh ditangani oleh Rumah Sakit Umum kota Tangerang Selatan, kemudian korban lain luka- luka seperti terjatuh dan terpleset," ungkapnya.

    Benyamin juga mengatakan bahwa, Pemerintah kota sudah menurunkan tim sejak awal banjir melanda Tangsel, bahkan ibu Wali Kota dan Benyamin serta seluruh jajaranya langsung memantau ke lokasi bersama camat dan para lurah.

    "Posko ditiap titik lokasi banjir masyarakat secara mandiri mendirikan poskonya terutama untuk drop makanan karena yang diprlukan masyarakat saat banjir itu adalah makanan siap saji," katanya.

    Saat ini, lanjut Benyamin seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membantu banjir untuk beli nasi sudah bergerak bagaimana caranya, karena warung banyak yang tutup, tetapi Alhamdulillah bisa ditangani.

    "Sebanyak 29 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit Umum siaga 24 jam, saya juga sudah mintakan Puskesmas untuk keliling memeriksa kesehatan masyarakat," demikian Benyamin soal tanggap darurat banjir di Tangsel. .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.