BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Jaksel dan Jaktim Sore Hingga Malam

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan. REUTERS/Zoran Milich

    Ilustrasi hujan. REUTERS/Zoran Milich

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika disingkat BMKG mengimbau warga DKI Jakarta dan sekitarnya agar waspada terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Timur dan Selatan pada sore dan malam hari ini, Jumat, 3 januari 2020.

    "Hujan masih berpotensi turun untuk beberapa hari ke depan," kataKasubdit Analisis Informasi Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, Adi Ripaldi, lewat pesan pendek.

    BMKG memperkirakan pada siang hari ini wilayah sebagian besar wilayah Jakarta diselimuti oleh awan. Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Ramalan serupa berlaku untuk malam hari nanti.

    Secara rinci, Adi mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada siang ini berpotensi mengguyur wilayah Koja, Tanjung Priok, Kelapa Gading, Cilincing, Serpong, Legok, Cakung, Tamansari, Tambora, Penjaringan, Pademangan, dan sekitarnya.

    Potensi itu dapat meluas ke wilayah Cengkareng, Jalideres, Kembangan, Pesanggrahan, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Setiabudi, menteng, Pulo Gadung, Tanah Abang, Palmerah, Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, Gambir, Johar Baru, Cempaka Putih, Senen, Makassar, Jatinegara, dan Matraman.

    Selanjutnya adalah Tebet, Pondok Aren, Cilandak, Mampang Prapatan, Pancoran, dan Kramat Jati.

    Hujan juga berpotensi turun di wilayah Tarumajaya, Bekasi Barat, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Pondok Gede, Jatiasih, Bekasi Timur, Babelan, Muaragembong, Cabangbungin, Tambelang, Bantargebang, dan Tambun.

    Selanjutnya, demikian BMKG, adalah Cibitung, Setu, Gunung Putri, Ciputat, Pamulang, Sawangan, Gunung Sindur, Rumpin, Parungpanjang, Parung, Cikupa, Curug, Bojoggede, dan Limo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.