Anies Teken Kerja Sama Penanggulangan Banjir dengan 21 Lembaga

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkordinasi dengan sejumlah petugas saat meninjau lokasi banjir di kawasan Cawang, Jakarta, 1 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. Foto/Instagram/Aniesbaswedan

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkordinasi dengan sejumlah petugas saat meninjau lokasi banjir di kawasan Cawang, Jakarta, 1 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. Foto/Instagram/Aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani perjanjian kerja sama penanggulangan banjir dengan 21 lembaga. Penandatanganan dilakukan di Balai Kota DKI, Jumat, 3 Januari 2020.

    Anies mengatakan pemerintah bertanggung jawab untuk memfasilitasi warga yang ingin menyalurkan bantuan. "Karena kami mempunyai informasi yang lengkap. Karena itulah kami memilih untuk memfasilitasi," kata Anies dalam sambutannya.

    Dengan adanya perjanjian kerja sama ini diharapkan ada pemetaan terkait dengan lokasi terdampak dan bantuan serta jenis dukungan apa saja yang bisa diberikan untuk para korban banjir.

    Anies mengapresiasikan setiap warga maupun lembaga yang mau turun tangan membantu korban banjir di ibu kota dan sekitarnya. Menurut Anies, kerja sama yang dilakukan dengan puluhan lembaga ini merupakan hal yang baru.

    Kolaborasi antar warga ini diharapkan bisa memaksimalkan proses pemberian bantuan kepada warga. "Sekarang kita kolaborasi. Jadi kami berharap kepada teman-teman semua untuk dalam proses ini kita saling dukung, saling support, dan saling belajar untuk bisa jalankan sebagai sebuah kolaborasi," ujarnya.

    Ruang lingkup perjanjian kerja penanggulangan bencana di DKI Jakarta meliputi Pemetaan dan informasi wilayah terdampak banjir; imbauan dan penghimpunan dukungan berupa dana ataupun dukungan lain untuk penanggulangan bencana banjir dan pasca banjir.

    Selain itu, kerja sama juga dilakukan dalam pengelolaan dana dan dukungan lain penanggulangan bencana banjir yang bersumber dari dukungan pihak lain kepada korban banjir secara tepat sasaran; serta pelaksanaan dukungan Penanganan Bencana Banjir bidang evakuasi, logistik, kesehatan, dukungan teknologi dan informasi, dan dampak sosial; dan penyampaian laporan penggunaan dana dan dukungan lainnya; serta Monitoring dan evaluasi.

    Berikut nama 21 lembaga yang melakukan kerja sama penanggulangan banjir dengan Pemprov DKI :

    1. BAZNAS BAZIS Prov DKI Jakarta
    2. Rumah Zakat
    3. Yayasan Wahana Visi Indonesia
    4. Yayasan Kita Bisa
    5. Palang Merah Indonesia
    6. PT. Grab Teknologi Indonesia
    7. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek)
    8. PT. Virtual Online Exchange
    9. Yayasan Jakarta Amanah Mulia
    10. Mandiri Amal Insani Foundation
    11. Lembaga Amil Zakat Al-Azhar
    12. Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat
    13. Yayasan Dompet Dhuafa
    14. Yayasan PKPU Human Initiative
    15. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia
    16. HIPMI DKI Jakarta
    17. DPD IWAPI DKI Jakarta
    18. Yayasan Turun Tangan
    19. Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah
    20. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
    21. Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.