Tanah Longsor di Bogor, Warga Belum Dapat Bantuan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karena lambannya bantuan, warga mengevakuasi dan membersihkan jalan sendiri dengan alat seadanya di Desa Jayaraharja, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat 3 Januari 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    Karena lambannya bantuan, warga mengevakuasi dan membersihkan jalan sendiri dengan alat seadanya di Desa Jayaraharja, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat 3 Januari 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Bogor - Gunung Handarusa di Kabupaten Bogor mengalami longsor. Akibatnya satu kampung di Desa Jayaharja, Kecamatan Sukajaya tertimbun tanah.

    Reza, salah seorang korban longsor menyatakan terhitung 34 rumah dengan 450 Kepala Keluarga, terdampak bencana longsor Gunung Handarusa pada Rabu, 1 Januari 2020. DIa menyatakan seluruh kampungnya kini telah tertimbun tanah.

    Parahnya lagi, menurut dia, hingga saat ini belum ada bantuan yang diberikan pemerintah. Warga korban longsor bertahan hidup hanya dengan mengandalkan makanan yang di petik langsung dari kebun yang masih tersisa.

    "Tolong sampaikan ini, kami sangat sangat membutuhkan pertolongan," ucap Reza saat ditemui Tempo, Jumat 3 Januari 2020.

    Soal korban jiwa, Reza menyatakan tak tahu menahu. Namun menurut dia ada satu keluarga yang kehilangan 5 anggota keluarganya karena musibah tersebut.

    "Kecuali bapaknya, ibu dan anak-anaknya lima orang meninggal," ucap Reza.

    Waduloh 60 tahun, mengatakan warga kini terpaksa harus mengungsi di kawasan Gunung Kuning dan kondisi kampungnya saat ini kosong tanpa penghuni.

    "Selain rumah kendaraan dan harta benda kami pun tertimbun," ucap Waduloh.

    Dia pun berterima kasih kepada warga Kampung Gunung Kuning yang mau membuka pintu rumahnya untuk menampung korban longsor. Menurut Waduloh, terhitung seribuan warga sudah pergi dari kampung tersebut, namun ada beberapa yang kembali tapi untuk mengambil barang yang masih bisa di bawa atau terpakai.

    "Saya yakin warga pasti mencari perkampungan baru, mereka trauma tinggal disini," ucap Waduloh.

    Berdasarkan pantauan Tempo, material tanah longsor yang menimpa perkampungan tersebut masih belum dibersihkan. Demikian pula dengan korban jiwa yang disebut masih berada di bawah timbunan tanah longsor.

    Tempo masih mencoba menghubungi pihak Pemerintah Kabupaten Bogor, namun masih belum mendapatkan tanggapan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.