Pengungsi Banjir di Rusun Rawa Buaya Tanya Anies Soal Listrik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Rumah Susun Rawa Buaya, Jakarta Barat, 3 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Rumah Susun Rawa Buaya, Jakarta Barat, 3 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bakal memenuhi seluruh kebutuhan pengungsi yang saat ini masih bertahan di lokasi penampungan Rumah Susun Rawa Buaya, Jakarta Barat.

    "Kami memastikan bahwa pasokan makanan, kemudian alas tidur, pampers, kebutuhan untuk lansia, itu disiapkan. Begitu ada kekurangan, kami akan tambah," kata Anies saat meninjau lokasi pengungsian di Rusun Rawa Buaya, Jumat, 3 Januari 2019.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengatakan sejumlah pengungsi mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke rumah mereka. Selain itu, pengungsi pun mempertanyakan kapan listrik di permukiman mereka bakal kembali dihubungkan.

    "Saya sampaikan, begitu surut (listrik akan dihubungkan kembali)," ujarnya. "Kami akan segera koordinasi. Jadi begitu air surut, kami siapkan listriknya."

    Menurut Anies, lokasi penampungan pengungsi di Rusun Rawa Buaya secara umum fasilitasnya sudah cukup baik. Sebab, warga tidak tinggal di tenda, melainkan di salah satu lantai bangunan rusun tersebut. "Ada beberapa lantai yang digunakan untuk warga," ujarnya.

    Di Rusun Rawa Buaya, kata Anies, masih ada 1.300 pengungsi yang tinggal di sana. Mereka berasal dari wilayah sekitar rusun yang tergenang.

    Adapun di Jakarta saat ini tersebar 109 lokasi pengungsian korban banjir. Pemerintah bakal memastikan seluruh kebutuhan mereka sampai kembali ke rumah masing-masing. "Kami juga sudah siapkan karbol dan disinfektan bagi warga yang mau kembali dan bersih-bersih rumahnya," ujarnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.