Banjir Jakarta, Berikut Ruas Jalan yang Belum Dapat Dilalui

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pria menggunakan kasur tiup saat melewati banjir di Jalan Pedongkelan, Jakarta Utara, Rabu, 1 Desember 2020. Banjir di kawasan tersebut diakibatkan hujan deras dan tersumbatnya saluran air oleh sampah. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Sejumlah pria menggunakan kasur tiup saat melewati banjir di Jalan Pedongkelan, Jakarta Utara, Rabu, 1 Desember 2020. Banjir di kawasan tersebut diakibatkan hujan deras dan tersumbatnya saluran air oleh sampah. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, JakartaBanjir di sebagian wilayah DKI Jakarta telah berangsur surut. Meski begitu, sebagian wilayah lainnya masih digenangi air setinggi 10-100 sentimeter.
    Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI pada Jumat, 3 Januari 2020 yang diunggah dalam situs resmi ppid.jakarta.go.id, seluruh ruas jalan di Jakarta Selatan dan Timur telah dapat dilalui kendaraan.

    Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Pusat, terdapat beberapa ruas jalan yang belum dapat dilalui, seperti Industri Sawah Besar, Gunung Sahari, Jalan Bungur Raya Kemayoran, serta Jalan Abdul Jalik.

    Beberapa ruas jalan di Jakarta Barat juga masih belum dapat dilalui, di antaranya Jalan Daan Mogot, Pesing, Tanjung Duren, Jelambar, Tambora, Kembangan, Cengkareng, dan Kalideres. Berikut adalah rincian ruas jalan yang masih digenangi air berdasarkan data Dishub DKI Jakarta:

    1.Daan Mogot:
    - Jl. Pangeran Tubagus Angke sekitar 20-30 cm
    - Jl. Daan Mogot sekitar 30-40 cm
    - Jl. Perdana sekitar 10-15 cm
    - Jl. Karya sekitar 20-30 cm

    2. Pesing
    - Jl. Panjang arah dari Kedoya Pesing s.d Duta Buah menuju Daan Mogot ketinggian air 90 cm

    3. Tanjung Duren
    - Jl Tanjung Duren Barat 1
    - Jl. Tanjung Duren Barat 2
    - Jl. Taman Daan Mogot Raya
    - Jl. Kali Sekretaris

    4. Jelambar
    - Jl. Satria Raya dari (TL. grogol sampai stasiun grogol)
    - Jl. Satria 1, Jl. Satria 2, Jl. Satria 3, dan Jl. Satria 4, ketinggian air berkurang dari 70 cm menjadi 50 cm tetap belum bisa dilalui kendaraan

    5. Tambora
    - Sepanjang Jl. Tubagus Angke belum bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat

    6. Kembangan
    - Arus Lalin dari Utara dan Timur ke arah Barat Jl Kampung Pasar Minggu, ketinggian air 120 cm
    - Jl. Kembangan Utara, ketinggian air sekitar 20-70 cm
    - Jl. Kembangan Raya, ketinggian air sekitar 20-50 cm

    7. Cengkareng
    - Jl. Puskemas 1 - Jl. Puskesmas Ujung Kecamatan Cengkareng ketinggian air 50 cm, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua atau roda empat
    - Jl. Daan Mogot dekat Fly Over Pesing ketinggian air 100 cm, tidak dapat dilalui kendaran roda dua atau roda empat
    - Jl. Ring Road Rawa Buaya depan Terminal Kec. Rawa Buaya ketinggian air 80 cm, tidak dapat dilalui roda dua atau roda empat
    - Jl. Ring Road Rawa Buaya depan Pasar Sentra ketinggian air 20 cm, dapat dilalui roda dua atau roda empat
    - Jl. Alhikmah Rawa Buaya Kecamatan Cengkareng ketinggian air 1,2 m, tidak dapat dilalui roda dua atau roda empat
    - Jl. Jambu Duri Kosambi Kecamatan Cengkareng ketinggian 30 – 50 cm, tidak dapat dilalui roda dua atau roda empat
    - Jl. Ujung Aspal Duri Kosambi Kecamatan Cengkareng ketinggian 40 – 60 cm, tidak dapat dilalui roda dua atau roda empat

    8. Kalideres
    - Pasar Hipli ketinggian air 25 - 50 cm, belum bisa dilalui kendaraan, upaya yang dilakukan yaitu memasang rambu imbauan untuk mencari jalan alternatif.

    9. Penjaringan
    - Jl. Teluk Gong Raya, ketinggian air 100 cm
    - Jl. Kampung Gusti, ketinggian air 100 cm
    - Jl. Kapuk Raya, ketinggian air 100 cm
    - Jl. Kapuk Muara Raya, ketinggian air 100 cm
    - Jl. Pejagalan B.K, lalu lintas dialihkan karena ada evakuasi warga terdampak banjir
    - Jl. Raya Cakung Cilincing (KBN), masih terdapat genangan kendaraan yang mengarah ke Priok dialihkan melalui jalan tol.

    Selain akses jalan yang sudah mulai terbuka, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengklaim bahwa jumlah pengungsi akibat banjir Jakarta telah berkurang sejak Kamis kemarin. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.