Usai Banjir Jakarta, Muncul Petisi Tolak Balap Formula E

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi pebalap Sean Gelael didalam mobil BMW i8 Roadster ketika mengikuti konvoi mobil listrik melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Pemprov DKI Jakarta harus menggelontorkan Rp3,1 triliun untuk memuluskan proyek balapan Formula E di Jakarta ini. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi pebalap Sean Gelael didalam mobil BMW i8 Roadster ketika mengikuti konvoi mobil listrik melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Pemprov DKI Jakarta harus menggelontorkan Rp3,1 triliun untuk memuluskan proyek balapan Formula E di Jakarta ini. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta- Seorang pria bernama Irawan Endro Prasetyo membuat petisi daring di laman change.org tentang permintaan membatalkan balap Formula E di Jakarta tahun ini. Petisi tersebut ditujukan kepada Federation Internationale de l'Automobile (FIA), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Prasetio E. Marsudi, serta Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

    Dalam deskripsi petisinya, Irawan menyebut kalau saat ini Jakarta tengah diterpa bencana banjir yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan menelan banyak korban jiwa. Irawan menyinggung soal Anies yang memotong anggaran pengelolaan banjir di Jakarta.

    "Gubernur telah memotong sebagian besar anggaran yang dibutuhkan oleh orang-orang Jakarta dan menyalurkannya ke satu acara penting yang tentu saja tidak diperlukan dan diinginkan oleh orang-orang Jakarta," tulis Irawan dalam petisi tersebut pada Jumat, 3 Januari 2020.

    Hingga berita ini dibuat pukul 19.34, sebanyak 1.448 orang, dari target 1.500, telah menandatangani petisi tersebut. Menurut Irawan, saat ini yang dibutuhkan adalah restorasi Jakarta pascabanjir, bukan ajang balap mobil listrik.

    Irawan menyarankan agar gelaran tersebut dipindahkan ke kota lain. "Kami membutuhkan semua sumber daya yang tersedia untuk membantu orang-orang dan membangun kembali kota kami, bukan untuk menyia-nyiakannya pada satu acara yang mengolok-olok penderitaan warga," tulis dia.

    Penolakan terhadap ajang balapan yang rencananya digelar Juni 2020 itu juga pernah disampaikan oleh Partai Solidaritas Indonesia. Ketua Fraksi PSI, Ahmad Idris, mengatakan sejak awal partainya telah menyoroti rencana penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI untuk perhelatan balapan mobil listrik itu. Alasannya, anggaran yang diperlukan cukup besar dan berpotensi terjadi pemborosan.

    Ketua DPRD Prasetio Edi sebelumnya mendukung digelarnya ajang balapan itu. Menurut dia, Formula E merupakan agenda internasional yang menjadi kesempatan bagi ibu kota terlihat di mata dunia. Alasan kedua, menurut Edi, penyelenggaraan Formula E juga mendorong sosialisasi penggunaan mobil listrik di Indonesia. Sebab, kendaraan yang digunakan untuk Formula E merupakan mobil listrik.

    Pemprov DKI, kata dia, tidak bisa menolak karena penyelenggaraan Formula E merupakan event besar. Jakarta, kata dia, dipercaya menjadi tuan rumah dan bakal berdampak pada pengembangan sektor lain, seperti pariwisata dan perekonomian. "Dampaknya ke mana-mana. Jangan melihat Formula E ini cuma setahun. setahun pasti rugi. Itu kan angka yang segitu (Rp 1,6 triliun) itu kan ada lima tahun," ujarnya.

    TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.