Saat Ketua DPRD Kabupaten Bogor Tinjau Longsor dengan Helikopter

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu kampung tertimbun lonsor, terhitung 34 rumah terendam lumpur di Desa Jayaraharja, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat 3 Januari 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    Satu kampung tertimbun lonsor, terhitung 34 rumah terendam lumpur di Desa Jayaraharja, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat 3 Januari 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Bogor Rudi Susmanto memantau bencana longsor dengan menggunakan helikopter. Ia sekaligus memberi bantuan kepada warga yang terdampak longsor.

    Rudi menyebut mengirim bantuan lewat udara, karena saat ini wilayah bencana terisolir dan belum bisa diakses dengan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

    "Tapi yang masih bisa, saya tempuh jalur darat pakai off road," kata Rudi di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 Januari 2020.

    Rudi mengatakan dalam memberikan bantuan itu dia berkoordinasi dengan pihak landasan udara TNI AU Atang Senjaya. Hal ini dia lakukan agar bisa mengirim bantuan ke sebagian desa yang terisolir karena bencana longsor.
    Beberapa desa yang diberikan bantuan lewat udara antara lain, Desa Cileuksa, Desa Pasir Madang, Desa Cisarua, Desa Kiarapandak dan Desa Kiarasari. "Kami membawa makanan, pakaian dan obat-obatan yang dibutuhkan korban," ucap Rudi.

    Setelah memberikan bantuan kepada korban bencana lewat udara, Rudi melanjutkan memberikan bantuan melalui jalur darat ke Kecamatan Jasinga dan beberapa desa Kecamatan Sukajaya yang masih bisa di akses kendaraan darat. "Alhamdulillah beberapa wilayah masih bisa ditembus mobil off road," ucap Rudi.

    Rudi mengaku kaget saat tiba di kampung Jayaraharja. Sebab, dalam 3x24 jam warga korban longsor belum mendapat bantuan. Ia kemudian menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Sekda Kabupaten Bogor, untuk segera melakukan tindakan dan evakuasi menyeluruh terutama membuka akses-akses warga membersihkan material longsor yang menutupi jalan.

    "Kami tindaklanjuti ini, tadi juga pantauan di udara ternyata betul wilayah di sini ke atas paling parah dan masih banyak desa terisolir," kata Rudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.