Tangkal Kejahatan Siber, Polda Metro Jaya Punya Fasilitas Modern

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pelaku penipuan cyber asal Cina dan Taiwan saat akan dipulangkan ke negaranya masing-masing dari Polda Metro Jaya, Jakarta, 3 Agustus 2017. Jaringan kejahatan penipuan internasional dijalankan di empat kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, Bali dan Batam. TEMPO/Subekti.

    Ratusan pelaku penipuan cyber asal Cina dan Taiwan saat akan dipulangkan ke negaranya masing-masing dari Polda Metro Jaya, Jakarta, 3 Agustus 2017. Jaringan kejahatan penipuan internasional dijalankan di empat kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, Bali dan Batam. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polda Metro Jaya Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono meresmikan gedung baru Subdit IV Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Jumat, 3 Januari 2020.

    "Saya berharap jangan hanya gedungnya saja yang baru, namun semua personel juga harus meningkatkan pengetahuan dan profesionalismenya sehingga pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin maksimal," kata Komjen Gatot melalui siaran pers, Jumat, 3 Januari 2020.

    Ia menambahkan bahwa Subdit Siber harus mampu menangkal berbagai jenis kejahatan siber.

    "Subdit Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus memiliki peran penting dalam menangkal kejahatan siber seperti penyebaran berita bohong, ujaran kebencian lewat medsos dan penipuan elektronik berupa carding, phising dan scaming melalui e-commerce," ujar Gatot.

    Kapolda berharap agar bangunan ruang siber yang dilengkapi oleh sejumlah peralatan yang modern ini akan samakin mempermudah aparat kepolisian dalam menanggulangi kejahatan siber tersebut.

    Sementara Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Iwan Kurniawan menyatakan bahwa perkembangan teknologi juga hampir selalu diikuti oleh model kejahatan baru yang menggunakan teknologi komputer dan internet.

    "Saat ini jumlah laporan polisi yang ditangani per tahun mencapai 2.800 kasus, selain itu kecanggihan modus operandi kejahatan Siber pun juga semakin meningkat," kata Iwan.

    Ia berharap fasilitas yang baru dibangun ini dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

    "Diharapkan dengan adanya fasilitas ruang pemberkasan, ruang penyelidikan online, dan ruang khusus penanganan terhadap anak yang jadi korban kejahatan pornografi online, dapat meningkatkan kinerja anggota dan meningkatkan kepuasan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

    Sementara Kasubdit IV Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Roberto Pasaribu menyatakan saat ini jajaran Subdit Siber Polda Metro Jaya memiliki 130 orang penyidik dan penyidik pembantu.

    Pihaknya juga terus meningkatkan keahlian personel agar memiliki kapasitas yang bertaraf global.

    "Dalam tahun 2019, sebanyak 30 penyidik Subdit Siber juga telah mendapat sertifikasi sebagai ahli dengan gelar antara lain sebagai ahli forensik dan ahli jaringan," tuturnya.

    Selain meresmikan ruang siber, Kapolda Metro Jaya juga meresmikan dan menandatangani prasasti tiga gedung yakni gedung kantor Dittahti, gedung penyimpanan barang bukti dan gudang logistik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.