Memori Jokowi dan Anies Baswedan di Waduk Pluit

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat 3 Januari 2020. Presiden ingin memastikan semua alat penanganan banjir yang ada di Waduk tersebut berfungsi secara optimal. Waduk ini dilengkapi dengan pompa yang  fungsi utamanya pada saat kondisi banjir dan pasang air laut (rob), dimana air akan dipompa dari Waduk Pluit ke laut. Foto/Biro Pers

    Presiden Joko Widodo meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat 3 Januari 2020. Presiden ingin memastikan semua alat penanganan banjir yang ada di Waduk tersebut berfungsi secara optimal. Waduk ini dilengkapi dengan pompa yang fungsi utamanya pada saat kondisi banjir dan pasang air laut (rob), dimana air akan dipompa dari Waduk Pluit ke laut. Foto/Biro Pers

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan inspeksi mendadak ke Waduk Pluit, Jakarta Pusat pada Jumat, 3 Januari 2019. Kegiatan spontan itu bahkan membuat petugas Istana Negara dan wartawan yang biasa berjaga di sana kebobolan. “Tadi Pak Presiden meninjau rumah pompa air,” kata Deputi Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin seperti dikutip dari Antara, Jumat, 3 Januari 2019.

    Jokowi dan Waduk Pluit memang punya sejarah. Saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi merevitalisasi waduk yang terkenal jorok itu menjadi lebih tertata. Revitalisasi yang terjadi pada 2013, itu dilakukan dengan membersihkan sampah dan eceng gondok di waduk. Pengerukan lumpur yang membuat waduk dangkal juga dilakukan secara besar-besaran. Revitalisasi dilakukan untuk menanggulangi banjir Jakarta.

    Dalam waktu delapan bulan, Jokowi juga menggusur pemukiman liar yang berada di sekitar waduk itu. Ada 1.600 kepala keluarga yang direlokasi ke rumah susun. Lahan seluas 5 hektare sisa bangunan diubah menjadi Taman Waduk Pluit. Menghabiskan biaya Rp 18 miliar, taman itu kini dilengkapi jalur lari dan bangku taman. Proyek revitalisasi Waduk Pluit masuk nominasi Guangzhou International Award for Urban Innovation pada 2014.

    Jokowi nampaknya cukup bangga dengan kondisi seusai direvitalisasi. Pada 21 November 2013, ia mengajak Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte ke waduk itu. Jokowi dan Rutte berbagi pengalaman soal pengelolaan air.

    Jokowi bahkan sempat mendatangi waduk itu saat maju menjadi calon presiden pada 2014. Jelang penetapan hasil pemilu pada 22 Juli 2014, Jokowi malah blusukan ke waduk di Penjaringan, Jakarta Utara ini. "Ya saya kemari mau duduk-duduk saja. Kamu saja ganggu saya duduk-duduk," canda Jokowi saat ditanya sejumlah awak media di Waduk Pluit.

    Saat berkunjung ke waduk pluit itu, Jokowi ditemani juru bicara tim kampanyenya Anies Baswedan. Anies duduk di sebelah Jokowi.

    Cerita dua orang ini setelah sore di Waduk Pluit itu, Jokowi akhirnya menjadi presiden. Anies didapuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, namun belakangan dicopot. Setelah itu, Anies terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada yang panas di 2017.

    Semasa Gubernur Anies Baswedan kondisi Waduk Pluit dianggap berubah drastis. Waduk Pluit disebut mengalami pendangkalan dan sampah-sampah kembali bermunculan pada April 2019. Anies membantah Waduk Pluit mengalami pendangkalan. Dia mengatakan waduk di Penjaringan itu tengah dikosongkan untuk dikeruk.

    Saat Jakarta dikepung banjir pada awal 2020, Jokowi kembali mendatangi waduk ini secara mendadak, tanpa Anies. Menanggapi kedatangan Jokowi ke waduk itu, Anies hanya tersenyum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.