Banjir, Anies Baswedan Bicara Pesantren dan Sekolah di Teluk Gong

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Rumah Susun Rawa Buaya, Jakarta Barat, 3 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Rumah Susun Rawa Buaya, Jakarta Barat, 3 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di kawasan Teluk Gong, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat, 3 Januari 2020.

    Kawasan Teluk Gong menjadi lokasi banjir terparah di ibu kota dan hingga hari ini masih tergenang banjir.

    Menurut Anies, kawasan Teluk Gong merupakan wilayah yang berada di ujung utara ibu kota. Jadi, selama air masih mengalir ke hilir, kawasan ini berpotensi masih terus tergenang.

    "Selama air masih mengalir ke sini kita menyaksikan genangan yang cukup tinggi," kata Anies usai meninjau kawasan banjir di Teluk Gong.

    Dalam kunjungannya, Anies meninjau dua lokasi yang tergenang banjir. Pertama Anies mendatangi pesantren Al Muhajirin yang terendam. Lalu Anies juga mendatangi sekolah yang masih terendam banjir. Di Teluk Gong, Anies juga sempat mengevakuasi orang tua yang sakit.

    Air bah menutup permukiman warga di kawasan Teluk Gong hingga ketinggian lebih dari 2 meter sejak Selasa dinihari, 31 Desember 2019. Menurut Anies, air di sejumlah permukiman di Teluk Gong, telah berangsur surut.

    Pemerintah, kata dia, sedang berusaha terus memompa air untuk dibuang ke Kali Banjir Kanal Barat. "Kami bekerja terus untuk menarik air dari kawasan ini. Jadi kalau lihat kondisi penurunan ini insyaallah cepat akan selesai."

    Anies Baswedan pun menjamin pasokan logistik kebutuhan para pengungsi selama tinggal di posko penampungan. "Suplai akan jalan terus siang, pagi, sore ada pasokan untuk kebutuhan makanan dan kebutuhan pokok lainnya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.