Banjir di Green Ville Dikuras 3 Mesin Pompa, Ini Kapasitasnya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil terendam saat banjir di kompleks perumahan Green Ville, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat, 3 Januari 2020. TEMPO/Lani Diana

    Mobil terendam saat banjir di kompleks perumahan Green Ville, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat, 3 Januari 2020. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang masih merendam Perumahan Green Ville yang berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta Barat, dikuras dengan tiga mesin pompa.

    "Kita memanfaatkan tiga mesin pompa untuk mengurasnya. Kalau tidak hujan lagi, semoga sore ini bisa bebas dari banjir," kata Koordinator Tim Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta yang menguras banjir di Gerbang Blok H Green Ville, Eko Deny di Jakarta, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Pompa yang dioperasikan memiliki kapasitas 200 liter per detik. Dengan tiga mesin bisa dikuras sekitar 600 liter per detik.

    Ketinggian air mulai surut saat dilakukan pengurasan. Pada 3 Januari 2020 tinggi air yang merendam sekitar Blok H Perumahan Green Ville mencapai satu meter.

    "Sekarang kita perkirakan tinggal 50 centimeter lagi, pompa akan dioperasikan terus sampai lokasi perumahan ini bisa kering," katanya.

    Untuk air banjir dibuang menuju mesin Pompa Mangga Raya dan dari pompa itu diteruskan ke Kali Sekretaris.

    Perumahan Green Ville menjadi salah satu daerah yang masih terendam banjir di Jakarta Barat akibat curah hujan tinggi pada malam Tahun Baru 2020.

    Beberapa titik di perumahan elit tersebut masih tergenang cukup tinggi hingga dua meter, seperti di Blok R, S, V, W, dan X Perumahan Green Ville.

    Rumah-rumah mewah itu tergenang banjir berikut mobil dan motor yang ada di garasi halaman. Bahkan depan rumah hingga nyaris tak terlihat bentuknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.