12 Kecamatan Jakarta Masih Terendam Banjir, Pengungsi 6.672 Orang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban banjir memasak di dalam tenda darurat di bantaran rel kereta Pesing, Jakarta Barat, Jumat, 3 Janauri 2019. Hingga saat foto ini diambil belum ada bantuan yang masuk bagi para pengungsi. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Warga korban banjir memasak di dalam tenda darurat di bantaran rel kereta Pesing, Jakarta Barat, Jumat, 3 Janauri 2019. Hingga saat foto ini diambil belum ada bantuan yang masuk bagi para pengungsi. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Iwan Ibrahim mengatakan 6.672 korban banjir di Jakarta masih mengungsi hingga hari ini pukul 09.00 WIB. Mereka tersebar di 12 Kecamatan.

    Menurut Iwan, banjir masih melanda di empat kota, yakni Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. "Jakarta Pusat sudah surut seluruhnya," kata Iwan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Banjir tertinggi ada di Jakarta Barat, yakni 100 sentimeter. Iwan berujar banjir masih ditemukan di enam kecamatan Jakarta Barat dengan total pengungsi terbanyak dari kota lain, yakni 3.350 orang.

    Pengungsi terbanyak selanjutnya di Jakarta Timur dengan jumlah 1.699 orang. Di sana, lanjut dia, banjir melanda tiga kecamatan dengan ketinggian air 40 sentimeter. Lalu banjir di satu kecamatan Jakarta Selatan yang rata-rata tingginya 80 sentimeter membuat 1.253 orang mengungsi.

    Kemudian jumlah pengungsi terendah, yaitu di Jakarta Utara sebanyak 370 orang. Banjir hanya menerjang dua kecamatan Jakarta Utara dengan tinggi air 40 sentimeter.

    "Rata-rata pengungsi membutuhkan carbol atau disinfektan, alat kebersihan, pampers, air minum, selimut, pakaian, pakaian dalam, dan makanan siap saji," jelas dia.

    Adapun banjir disebabkan curah hujan tinggi dan luapan air di beberapa kali atau sungai, seperti Ciliwung, Cakung, Sunter, Angke, Kanal Banjir Barat, Pesanggarahan, Grogol, dan Cipinang. Hingga kini petugas satuan tugas Sumber Daya Air kecamatan setempat masih menyedot air dengan pompa. Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum juga tengah membersihkan tali-tali air alias saluran air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.