Banjir Jakarta, Gubernur Anies Klaim Pompa Air Berfungsi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Tata Air melakukan penyedotan air dengan mesin pompa saat banjir menggenangi kawasan Kemang, Jakarta Selatan, 4 Oktober 2016. ANTARA

    Petugas Dinas Tata Air melakukan penyedotan air dengan mesin pompa saat banjir menggenangi kawasan Kemang, Jakarta Selatan, 4 Oktober 2016. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan akan melakukan evaluasi penanganan banjir Jakarta terhitung mulai terjadi genangan air pada 1 Januari 2020.

    "Tentu di semua lokasi kami lakukan evaluasi mana yang curah hujan tinggi disitu kami siapkan lebih banyak alat-alat juga. Sehingga kami mempercepat pengaliran genangan," kata Anies di Kampung Pulo, Jakarta, kemarin.

    Anies mengklaim petugas selalu mengontrol kinerja pompa air yang disebut ada 478 unit dan tersebar di lebih dari 140 lokasi. Tujuannya agar bisa beroperasi selama 24 jam untuk bisa menguras air sejak banjir menerjang.

    "Tentu dong (mengawasi kinerja pompa) dan Alhamdulillah pompa berfungsi dengan baik. Indikasinya kemarin ketika hujan deras luar biasa itu, 85 persen wilayah Jakarta itu aman dan jumlah curah hujannya luar biasa bertahap bisa dialirkan dan dalam dua hari tinggal 15 persen," katanya.

    Ihwal laporan adanya pompa air yang rusak, seperti di Teluk Gong dan Gunung Sahari, Anies menyebut, hal itu bukan disebabkan pompa yang rusak. Menurut dia, pompa berfungsi tapi tidak ada pasokan listrik lantaran PLN memutus aliran listrik demi keamanan warga. "Itu bukan pompa rusak, tapi ketika terendam oleh air sehingga listrik harus dimatikan. Lalu didatangkan genset dan jalan lagi," sebut Anies.

    Anies menjelaskan bila ditemukan ada kerusakan pompa air maka petugas akan langsung memperbaiki. Ia menyebut ada tujuh petugas dengan tiga orang tambahan yang mengoperasikan pompa air selama masa banjir agar bisa berjalan selama 24 jam. 

    "Kalau pun ada temuan kerusakan, akan langsung diperbaiki. Kami temukan di lapangan, dengan kerja nonstop lalu kemudian mengalami gangguan. Begitu mengalami gangguan langsung diperbaiki," sebut Anies.

    Sementara saat ditanya total kerugian akibat banjir, Pemprov DKI Jakarta belum bisa menaksir karena sedang fokus pengamanan korban dan rehabilitasi pemukiman. "Belum ada taksiran sekarang. Ini fokusnya pengamanan dulu," kata Anies menambahkan.

    Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Sabtu, 4 Januari 2020 pukul 18.00 WIB masih ada 54 RW yang terendam banjir. Wilayah itu terdiri dari Jakarta Utara tujuh RW, Jakarta Barat 36 RW, Jakarta Selatan delapan RW dan Jakarta Timur tiga RW dengan jumlah pengungsi masih tersisa 5.184 jiwa di 25 lokasi pengungsian. Pemprov DKI Jakarta menurunkan 120 ribu petugas untuk menanggulangi banjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.